Bandung, reportasenews.com – Rangkaian Safari Dakwah Dr Zakir Naik di Indonesia adalah diselenggerakan di Auditorium Universitas Pendidikan (UPI) Bandung dengan tema “Dawah or Destruction” yang akan diikuti sekitar 10.000 orang UPI Bandung, Minggu (2/4). Seperti di penjuru lainnya di dunia, Dr Zakir Naik selalau menyempatkan dengan dialog antara pengunjung terutama dengan pengunjung yang non-Muslim untuk berdialog.
Faktor penguasaan bahasa Inggris yang kurang dari para penanya membuat kendala sendiri untuk berkomunikasi dengan Dr Zakir Naik, namun untung ada penerjemah sehingga kendala itu lumayan teratasi.
Di UPI Dr Zakir naik mendapat beberapa pertanyaan dari penganut agama selain Islam. Satu persatu pertanyaan dari pengunjung pun dijawab Dr Zakir Naik. Selain Dr Zakir Naik, anak Dr Zakir Naik, Fariq pun juga ikut menjawab pertanyaan pengunjung.
Ada seorang ibu yang menikah dengan pria non Muslim pun sempat mengajukan pertanyaan kepada Dr Zakir Naik ibu berhijab ini pun dicecar pertanyaan Dr Zakir. “Sudah berapa lama anda menikah? dijawab sanga ibu, “sudah sekitar lima tahun.” Dr Zakir pun menyalahkan sang Ibu mengapa menikah dengan orang non-Muslim, sebab wanita muslim dilarang menikah dengan pria non-Muslim.
Dr Zakir pun mendapat pertanyaan dari seorang wanita non-Muslim yang mempertanyakan tentang julukan kafir bagi non-Muslim, Dr Zakir pun menjelaskan bahwa julukan kafir itu merupakan julukan bagi orang di luar Muslim, tidak hanya Kristen, umat yang di luar Islam adalah kafir. “Kafir berarti menyekutukan Allah sebagai Tuhan, jadi siapa saja yang menyekutukan Allah adalah kafir,” ujar Dr Zakir Naik.
Dr Zakir menambahkan orang yang mengklaim diri sebagai Muslim pun bila tidak beriman disebut juga sebagai kafir dan akan masuk neraka.
Menariknya, dalam acara di UPI Bandung tersebut Dr Zakir Naik dan anaknya Fariq Naik sempat meng-Islamkan beberapa pengunjung dengan menuntun membaca sahadat dengan bahasa Arab dan Inggris. Kontan momen seperti ini dismbut dengan haru oleh pengunjung lainnya.(ham)
