Site icon Reportase News

Usai Bom Manchester, Polisi lakukan Penangkapan di Libya

Foto bocor barang bawaan pelaku bom Manchester/ Daily Mirror

Libya, reportasenews.com – Ayah tersangka yang kini ditahan di Tripoli mengatakan ‘semuanya normal’ bersama anaknya beberapa hari sebelum pengeboman Manchester. Polisi Inggris giat melakukan delapan penangkapan seusai kejadian tragis di indoor stadium Manchester.

Polisi melakukan penangkapan di Inggris dan Libya saat melakukan penyelidikan terhadap seorang pembom bunuh diri yang membunuh 22 orang di sebuah tempat konser di Manchester. Tugas polis fokus untuk melacak jaringan kaki tangan teroris tersisa.

Ramadan Abedi, ayah dari tersangka pembom, yang diidentifikasi sebagai Salman Abedi, 22, mengatakan kepada kantor berita Reuters di ibukota Libya bahwa dia terakhir telah berbicara kepada anaknya sekitar lima hari yang lalu melalui telepon dan “semuanya normal”.

Ramadan Abedi, yang ditahan oleh pasukan kontra-terorisme Tripoli selama wawancara tersebut, mengatakan bahwa anaknya Salman telah memberitahu keluarganya bahwa dia sedang menuju ziarah ke Mekkah.

“Saya berbicara dengannya sekitar lima hari yang lalu … tidak ada yang aneh, semuanya normal,” kata Abedi.

Tersangka meledakkan dirinya pada Senin malam di venue indoor Manchester Arena di akhir konser penyanyi pop AS, Ariana Grande yang dihadiri oleh ribuan anak-anak dan remaja.

Serangan tersebut diklaim oleh Negara Islam Irak ISIS sebagai bagian dari proyek teror mereka.

Abedi juga mengatakan bahwa dia yakin Salman bukan anggota ISIS.

“Salman bukan anggota organisasi manapun,” katanya. “Keluarga ini agak bingung karena Salman tidak memiliki ideologi ini, dia tidak memegang kepercayaan ini. Kami mengutuk tindakan teroris ini terhadap warga sipil, orang-orang yang tidak bersalah.”

Polisi di Tripoli juga menangkap seorang saudara laki-laki Abedi. Seorang juru bicara pasukan kontra-terorisme setempat mengatakan adik laki-laki, Hashem Abedi ditangkap karena dicurigai memiliki hubungan dengan ISIS dan dicurigai berencana melakukan serangan di ibukota Libya tersebut.

Seorang pria ditangkap pada hari Selasa, satu hari setelah serangan itu dilaporkan oleh media Inggris dan AS adalah saudara Abedi yang lain.

Polisi Manchester, sementara itu, melakukan beberapa penangkapan baru.

“Saat ini kami memiliki delapan orang dalam tahanan sehubungan dengan serangan hari Senin,” Ian Hopkins, kepala polisi Greater Manchester, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

“Penangkapan telah dilakukan di Manchester, Wigan dan Duneaton, dan kami sekarang melakukan pencarian terkait dalam kaitannya dengan penangkapan tersebut di sejumlah alamat,” tambahnya.

Ransel Karrimor pelaku hancur dilokasi

Sebelumnya, menteri dalam negeri Amber Rudd mengatakan pembom tersebut baru saja kembali dari Libya. Mitra Prancisnya, Gerard Collomb mengatakan bahwa dia memiliki hubungan dengan ISIS dan mungkin juga telah mengunjungi Suriah.

Rudd juga berang kepada pejabat AS karena membocorkan rincian tentang penyelidikan terhadap serangan Manchester tersebut sebelum pihak berwenang Inggris siap untuk mengumumkan ke publik.

Bom yang digunakan dalam serangan tersebut tampaknya berisi pecahan peluru yang dikemas dengan hati-hati dan memiliki muatan kecepatan tinggi yang kuat, menurut bocoran foto dari penyelidikan yang diterbitkan oleh New York Times.

“Kami sangat marah, ini benar-benar tidak dapat diterima,” kata sumber kementerian pemerintah mengenai aneka foto “yang dibocorkan dari pihak AS”.

Hopkins, kepala polisi Manchester, mengatakan bahwa kebocoran tersebut telah “menyebabkan banyak tekanan bagi keluarga yang sudah sangat menderita dengan kehilangan mereka”.

Pemboman di Manchester menimbulkan kekhawatiran di seluruh Eropa. Kota-kota termasuk Paris, Nice, Brussels, St Petersburg, Berlin dan London telah mengalami serangan dalam dua tahun terakhir.

Tingkat ancaman resmi Inggris dinaikkan menjadi “kritis”, ini tingkat tertinggi, Selasa malam, yang berarti sebuah serangan diperkirakan akan segera terjadi.

Pemboman di Manchester adalah serangan paling mematikan di Inggris sejak Juli 2005, ketika empat pembom bunuh diri Muslim Inggris membunuh 52 orang dalam serangan terkoordinasi di jaringan transportasi London.

Rudd mengatakan kepada 3.800 tentara dapat ditempatkan di jalan-jalan di Inggris, bertugas menjaga polisi membebaskan mereka untuk fokus pada patroli dan penyelidikan. Pengiriman awal 984 militer telah diterjunkan diberbagai lokasi, pertama di London dan kemudian di tempat lain.

Prajurit militer Inggris terlihat di Gedung Parlemen, tempat tinggal Perdana Mentri May di Downing Street dan di markas besar polisi London di New Scotland Yard. (Hsg)

Exit mobile version