Situbondo,reportasenews.com – Seorang nelayan bernama Mistar (25), warga Desa Kampung Pesisir, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dibacok oleh teman nelayannya di pantai setempat, dengan pelaku Rossi (20), warga setempat.
Akibat dibacok dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis clurit, korban mengalami luka bacok pada tangan kanan dan pinggang sebelah kanannya. Namun, karena luka bacok yang dialami oleh korban cukup parah, hingga berita ditulis, korban masih menjalani perawatan intensif di RSU dr Abdoer Rahem, Situbondo.
Diperoleh keterangan, nasib apes yang dialami oleh korban Mistar itu, berawal saat korban datang dari melaut dan hendak pulang ke rumahnya, namun tiba-tiba pelaku mendekati dan menegur korban. Bahkan, pelaku langsung membacok korban Mistar sebanyak tiga kali.
Mendapat serangan mendadak, korban langsung mencoba menangkis dengan menggunakan tangan kanan, sehingga mengakibatkan korban terjatuh. Ironisnya, meski korban terjatuh dengan kondisi bersimbah darah, pelaku masih membacok pinggang sebelah kanan korban.
Usai membacok korban, pelaku justru langsung kabur dan meninggalkan begitu saja korban bersimbah darah dilokasi kejadian. Hingga berita ditulis, korban masih menjalani perawatan intensif di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, Jawa Timur.
Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui motif pembacokan tersebut. Sebab hingga kini, korban masih tergolek lemas di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.”Sehingga petugas tidak dapat meminta keterangan korban,”ujar Iptu Nanang Priyambodo, Selasa (16/10/2018).
Iptu Nanang mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum pelaku membacok korban Mistar, pelaku menegur korban dengan menggunakan bahasa madura, yakni dengan teguran bekna beremma (kamu gimana).”Namun, sebelum korban sempat menjawab, pelaku langsung melakukan pembacokan kepada korban,”pungkasnya.(fat)
