Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 5 Jul 2018 09:00 WIB ·

Wapres Jusuf Kalla: Bicara Pencegahan Stunting, Bicarakan Masa Depan Bangsa


					Wapres Jusuf Kalla: Bicara Pencegahan Stunting, Bicarakan Masa Depan Bangsa Perbesar

Jakarta, reportasenews.com – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyatakan bahwa berbicara mengenai stunting (kerdil), bukan hanya membicarakan masalah yang terjadi sekarang, namun upaya pencegahannya dibutuhkan untuk menentukan generasi bangsa Indonesia di masa depan.

“Kalau yang lahir hari ini tidak diberikan gizi yang baik, baik ibu dan anaknya, tidak diberikan ASI Eksklusif maka 20 atau 30 tahun yang akan datang, generasi kita (Indonesia) menjadi generasi yang stunting (kerdil). Berbicara masalah stunting, kita sedang membicarakan bangsa ini ke depan”, ujar Wapres JK saat memberikan arahan dalam pembukaan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi Tahun 2018 di salah satu hotel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa pagi (3/7).

Wapres menegaskan bahwa bangsa yang generasi penerusnya stunting akan berdampak pada rendahnya daya saing dan produktifitas negara.

“Bangsa yang generasinya stunting, cara berpikirnya pun beda, maka akan menurunkan produktifitas, merusak ekonomi masyarakat negara tersebut”, imbuh Wapres.

Hal ini menjadi penting mengingat beberapa tahun mendatang, Indonesia sebenarnya memiliki peluang bonus demografi yang mana saat tersebut generasi muda berjumlah sangat besar.

Bonus demografi Indonesia dikhawatirkan akan menjadi beban demografi jika pada masa tersebut generasi bangsanya mengalami stunting atau kekerdilan.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama sebagai dampak dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Wapres JK menyatakan bahwa dirinya lebih suka menggunakan istilah kerdil untuk stunting, meski diakui bahwa tidak semua stunting itu kerdil. Menurutnya, kata kerdil lebih mudah dipahami masyarakat.

“Saya lebih suka menggunakan istilah kerdil. Kerdil fisiknya (dikhawatirkan) kerdil otaknya. Walaupun ada juga yang tidak kerdil, tapi umumnya pendek, ya kerdil”, tukas Wapres. (*)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Peragakan 39 Adegan Detik-Detik Pembunuhan mantan Istrinya, Pelaku Merasa Menyesal

18 Mei 2024 - 18:34 WIB

Gubernur Al Haris Lantik Anggota KPID Provinsi Jambi

17 Mei 2024 - 15:04 WIB

Kemenag Siapkan Rumah Ramah Bagi 818 Calon Jamaah Haji Lansia Asal Jambi

17 Mei 2024 - 14:36 WIB

Kepada Siswa Lemhanas, Irjen (Purn) Ike Edwin Sebut Pendekatan Budaya Kunci Cegah Korupsi

17 Mei 2024 - 14:10 WIB

Tersandung Kasus Narkoba, Pria Asal Bungo Terpaksa Menikah di Dikantor Polisi

16 Mei 2024 - 19:02 WIB

85 Anggota PPK Pilkada Situbondo Resmi Dilantik, Ini Pesan Ketua KPU

16 Mei 2024 - 17:31 WIB

Trending di Daerah