Site icon Reportase News

Warganegara Indonesia Terlibat Pertempuran Milisi ISIS di Merawi Mindanao

Isnilon Hapilon ketua ISIS di Mindano Filipina

Filipina, reportasenews.com – Pemerintah Filipina menumpahkan kekesalannya karena kerusuhan bersenjata antara milisi ISIS di Merawi Mindanao juga ditemukan adanya warga negara asing yang turut serta membantu milisi. Disebutkan, ditemukan adanya warganegara Indonesia ikut serta dalam pasukan milisi bersenjata di Merawi.

Konflik bersenjata di Merawi, kota di selatan Filipina, disebutkan Pemerintah Flipina pada hari Jumat telah memakan jumlah korban meningkat menjadi 46 orang.

Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di wilayah selatan Mindanao pada hari Selasa, beberapa jam setelah orang-orang bersenjata yang setia kepada kelompok ISIS mengamuk melalui kota Marawi sebagai tanggapan atas serangan kepada mereka.

“Apa yang terjadi di Mindanao bukan lagi pemberontakan warga Filipina. Ini telah menyebar adanya campurtangan invasi oleh pejuang asing,” Jenderal Jose Calida, kepala pengacara pemerintah, mengatakan kepada wartawan di kota selatan Davao.

Dia mengatakan bahwa orang Malaysia, warga Indonesia, warga Singapura dan “penjahat asing lainnya” bertempur di Marawi, salah satu kota Muslim terbesar di Filipina yang berpenduduk mayoritas Katolik dengan jumlah penduduk sekitar 200.000 jiwa.

Juru bicara militer Filipina Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan enam pejuang asing diyakini terbunuh dalam pertempuran Marawi, termasuk orang Malaysia, orang Indonesia dan kewarganegaraan lain yang tidak dia sebutkan.

Calida mengatakan bahwa pejuang asing ini telah menerima “panggilan bertempur” dari ISIS untuk melakukan perjalanan ke Mindanao mendirikan provinsi “wilayat”, jika mereka tidak dapat berperang di Irak atau Suriah.

Padilla mengatakan 11 tentara, dua polisi dan 31 gerilyawan telah dikonfirmasi tewas dalam pertempuran tersebut, yang pemboman atas gedung disana yang diyakini sebagai lokasi gerilyawan bersembunyi.

Dua warga sipil juga tewas di dalam sebuah rumah sakit yang diduduki pria bersenjata tersebut pada hari Selasa, dan militer tersebut menginvestigasi laporan bahwa sembilan orang telah dibunuh di sebuah pos pemeriksaan militan, kata pihak berwenang.

Pertempuran tersebut meletus pada hari Selasa setelah pasukan keamanan menyerbu sebuah rumah di mana mereka percaya Isnilon Hapilon, seorang pemimpin geng Abu Sayyaf yang dikenal sebagai ketua ISIS Filipina, bersembunyi. (Hsg)

Exit mobile version