Menu

Mode Gelap

Nasional · 24 Nov 2021 14:44 WIB ·

Yan P. Mandenas: Jabatan TNI Jangan Digunakan untuk Kepentingan Pribadi atau Keluarga


					Anggota Komisi 1 DPR-RI dari Fraksi Partai Gerinda Yan P. Mandenas. (foto:istimewa) Perbesar

Anggota Komisi 1 DPR-RI dari Fraksi Partai Gerinda Yan P. Mandenas. (foto:istimewa)

Jakarta,reportasenews.com – Video kericuhan antara anggota DPR dari F-PDIP Arteria Dahlan dengan seorang wanita yang mengaku keluarga dari seorang jenderal TNI berpangkat bintang tiga di Bandara Soekarno Hatta yang sempat viral di medsos menuai pro dan kontra berbuntut panjang.

Dalam video tersebut tampak seorang wanita muda yang mengaku keluarga dari seorang jenderal TNI bintang tiga menyatakan ancaman intimidatif dan memaki pihak Arteria Dahlan

 

Terkait hal itu  Anggota Komisi 1 DPR-RI dari Fraksi Partai Gerinda Yan P. Mandenas merespon kejadian tersebut dengan mengatakan kasus yang terjadi sebagai contoh penyalahgunan relasi atas jabatan TNI.

 

“Kasus ini adalah contoh penyalahgunaan relasi atas jabatan TNI oleh anggota keluarga. Terlihat bagaimana relasinya dengan anggota TNI digunakan untuk kepentingan pribadi.” Padahal, menurutnya,jabatan TNI sangat tidak etis dimanfaatkan sebagai privilese untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Tidak juga dibenarkan jabatan TNI digunakan sebagai ancaman dan gertakan untuk hal atau konteks di luar tugas TNI. Ujar Yan P dalam keterangan tertulisnya dalam yang diterima pada Selasa (23/11/2021)

 

Dikatakannya  bahwa pengakuan sebagai keluarga TNI ini mungkin dimaksudkan untuk menimbulkan keseganan,bahkan intimidasi. Jika sudah begini,konflik kepentingan tak terhindarkan. Relasi dengan anggota TNI digunakan untuk kepentingan pribadi atau keluarga,yang tidak ada kaitannya dengan tupoksi dari TNI itu sendiri.

 

“Kebanggaan menjadi keluarga dari TNI adalah hal yang wajar, tapi tidak dibenarkan untuk merasa diri lebih segalanya dan bisa semena-mena terhadap yang lain,”tambahnya.

 

Anggota DPR-RI Dapil Papua menekankan kepada masyarakat khususnya setiap anggota keluarga atau kolega anggota TNI perlu mengetahui bahwa ada batasan yang tegas antara anggota TNI sebagai abdi negara dengan kepentingan pribadi/keluarga.

 

Perlu ditekankan bahwa relasi dengan anggota TNI bukan kartu As yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

 

Pasalnya,penyalahgunaan relasi ini sering terjadi dan berlalu begitu saja.

Kasus ini, lanjt Yan P, tentu menciderai profesionalisme TNI,bahkan mencoreng nama baik TNI.

 

Mandenas sependapat dengan Jend. TNI. Andika Perkasa,Panglima TNI, untuk melakukan penelusuran atas kasus ini.

 

“Di samping percekcokan antar-warga sipil,perlu ditelusuri ada atau tidaknya keterlibatan anggota TNI. Jika terbukti ada tindak pidana oleh anggota TNI maka proses dengan pengadilan militer. Jika terbukti ada tindak pidana oleh non-anggota TNI, maka proses dengan pengadilan umum,”tutupnya. (*)

 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Kemenkes: Penerapan PPKM Level III untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Gelombang Ketiga

29 November 2021 - 12:42 WIB

Antisipasi Varian Baru Omicron Masuk, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Internasional

29 November 2021 - 12:25 WIB

Putra Almarhum Arifin Ilham Muhammad Ameer Meninggal Dunia

29 November 2021 - 11:00 WIB

Trending di Nasional