Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Hukum · 26 Des 2023 17:09 WIB ·

Yusril: Penetapan Firli Sebagai Tersangka Banyak Misteri


					Yusril: Penetapan Firli Sebagai Tersangka Banyak Misteri Perbesar

Yusril Ihza Mahendra. (foto: istimewa)

 

Jakarta, reportasenews.com – Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra menyarankan Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan kasus dugaan suap mantan ketua KPK Firli Bahuri terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Menurut Yusril, Polda Metro Jaya tergesa-gesa dalam menetapkan Firli sebagai tersangka karena dua alat bukti yang dipakai belum terpenuhi. Atas dasar itu, Yusril menyarankan penyidikan dihentikan.

“Karena penetapan tersangka terhadap Firli ini bukan semata-mata berkaitan dengan pribadinya, tetapi juga terkait dengan lembaga penegak hukum dalam tipikor, maka sebaiknya kasus ini diakhiri untuk menjaga wibawa masing-masing lembaga,” ucap Yusril lewat keterangan tertulis, Selasa (26/12), dikutip dari cnnindonesia com

Yusril mengatakan Polda Metro Jaya cenderung tergesa-gesa karena ada tenggang waktu yang tidak wajar dari penyelidikan hingga penetapan Firli sebagai tersangka lewat penyidikan.

“Saya pribadi berpendapat banyak misteri yang menyelimuti penetapan status tersangka terhadap Firli. Dua alat bukti permulaan yang cukup juga belum terpenuhi untuk menetapkannya menjadi tersangka,” kata Yusril.

Menurutnya, penyidik Polda Metro Jaya bisa menghentikan penyidikan karena tidak cukup bukti. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun bisa menghentikan proses hukum yang berjalan.

“Karena tidak memenuhi ketentuan hukum acara sebagaimana diatur KUHAP dan Putusan Mahkamah Konstitusi,” ucapnya.

Yusril mengingatkan bahwa putusan hakim PN Jakarta Selatan belum masuk pada pokok permohonan.

Hakim baru sekadar menerima eksepsi dari Polda Metro Jaya selaku termohon yang menganggap gugatan praperadilan Firli tidak jelas antara hukum formil atau materiil.

“Sehingga permohonan dinyatakan ‘tidak dapat diterima’. Itu bukan berarti permohonan tersebut ditolak, sehingga permohonan praperadilan dapat diulang lagi,” kata Yusril.

Kasus bermula ketika Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melaporkan mantan ketua KPK Firli Bahuri terkait dugaan pemerasan. Laporan diajukan ke Polda Metro Jaya.

Saat laporan dilayangkan, Syahrul Yasin Limpo sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi.

Polda Metro Jaya lalu menindaklanjuti laporan Syahrul Yasin Limpo. Penyelidikan dilakukan. Hingga kemudian, kepolisian menetapkan Firli sebagai tersangka.

Firli yang tak terima lantas mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia keberatan dengan proses hukum yang ditempuh kepolisian dalam menetapkan dirinya sebagai tersangka. (*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Coblos Surat Suara Sisa, Petugas KPPS Jambi Dipidana

24 Februari 2024 - 22:57 WIB

Cabuli Anak Tirinya, Pria 40 Tahun di Bondowoso Ditangkap

24 Februari 2024 - 17:45 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2024

24 Februari 2024 - 17:13 WIB

Kapolres Situbondo Pimpin Penggerebekan Judi di Eks Lokalisasi GS

24 Februari 2024 - 06:53 WIB

Subhanallah, Pria di Situbondo Meninggal Saat Sujud Shalat Ashar Berjamaah di Masjid

24 Februari 2024 - 06:40 WIB

Bupati Karna Suswandi, Panen Raya Padi BK 01

23 Februari 2024 - 21:01 WIB

Trending di Daerah