Anwar Iskandar Pimpin Struktur Gemuk Resmi Nahkodai MUI 2025-2030
- account_circle Admin4Situs
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk lima tahun ke depan. Dalam pengukuhan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), Anwar Iskandar ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI periode 2025-2030, didampingi jajaran pengurus yang merepresentasikan berbagai elemen umat Islam di Indonesia.
Penetapan struktur dan personalia Dewan Pimpinan serta Dewan Pertimbangan ini merupakan hasil kristalisasi musyawarah yang tertuang dalam Keputusan Dewan Pimpinan MUI. Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa seluruh nama yang terpilih memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan roda organisasi sesuai dengan koridor hukum dan pedoman rumah tangga yang berlaku.
“Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam pedoman dasar dan pedoman rumah tangga Majelis Ulama Indonesia, peraturan organisasi, dan keputusan-keputusan organisasi lainnya,” ujar Amirsyah saat membacakan surat keputusan di hadapan para tokoh ulama.
Dalam struktur baru ini, Anwar Iskandar akan dibantu oleh tiga Wakil Ketua Umum, yakni Cholil Nafis, Anwar Abbas, dan Marsyudi Syuhud. Formasi ini mencerminkan keberlanjutan tokoh-tokoh senior yang dipadukan dengan jajaran ketua komisi yang membidangi berbagai isu strategis keumatan. Selain itu, Dewan Pertimbangan MUI kini diperkuat oleh tokoh-tokoh besar seperti Nasaruddin Umar dan Jimly Asshiddiqie.
Amirsyah Tambunan menjelaskan bahwa penyusunan pengurus komisi, badan, dan lembaga dalam periode ini telah dilakukan secara cermat. Namun, ia juga memberikan catatan penting bahwa susunan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu jika diperlukan demi efektivitas dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.
“Apabila terdapat kekeliruan atau muncul kebutuhan dan perkembangan organisasi akan kami lakukan perubahan seperlunya sesuai kebutuhan organisasi,” jelas Amirsyah mengenai fleksibilitas struktur kepengurusan periode ini.
Selain fokus pada penguatan internal, MUI periode 2025-2030 juga menyertakan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang profesional dan akademisi, seperti Fasli Jalal hingga Nusron Wahid di jajaran ketua. Hal ini menandakan ambisi MUI untuk lebih responsif terhadap isu-isu kontemporer nasional yang memerlukan pandangan hukum Islam yang relevan.
Di posisi manajerial operasional, posisi Sekretaris Jenderal tetap dipercayakan kepada Amirsyah Tambunan dengan dukungan barisan Wakil Sekretaris Jenderal yang cukup luas. Sementara pada sektor keuangan, Misbahul Ulum menjabat sebagai Bendahara Umum, mengoordinasi bendahara-bendahara yang bertugas menjaga transparansi dan akuntabilitas aset organisasi di tingkat pusat. (Rilis)
- Penulis: Admin4Situs


Saat ini belum ada komentar