Menangis Histeris Usai Dijambret, Ridwan Kehilangan Foto Mendiang Ibunya
- calendar_month 9 menit yang lalu
- print Cetak

Kisah Ridwan, remaja di Serang yang menjadi korban penjambretan. Ponselnya menyimpan foto dan video mendiang ibunya yang tak sempat dicadangkan. (Tangkapan Layar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Serang, ReportaseNews — Kisah seorang remaja bernama Ridwan menjadi sorotan di media sosial setelah ponselnya diduga dirampas penjambret di kawasan Kabupaten Serang, Banten. Bukan sekadar kehilangan barang, Ridwan harus menghadapi kenyataan bahwa sejumlah foto dan video mendiang ibunya yang tersimpan di dalam ponsel tersebut ikut hilang.
Kisah itu viral setelah diunggah sejumlah akun media sosial, salah satunya akun Instagram medsoszone. Dalam video yang beredar, Ridwan terlihat menangis histeris setelah mengetahui ponsel miliknya dibawa pelaku.
Ridwan disebut tinggal di kawasan Taman Pipitan Indah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa terjadi ketika Ridwan sedang berada di sebuah gang di sekitar tempat tinggalnya.
Ponsel tersebut memiliki arti penting bagi Ridwan. Di dalam perangkat itu tersimpan dokumentasi mendiang ibunya, mulai dari foto, video hingga rekaman momen kebersamaan yang belum sempat dipindahkan atau dicadangkan ke perangkat lain.
Kehilangan itu membuat kesedihan Ridwan semakin dalam. Ia kemudian mendatangi makam ibunya untuk meluapkan kerinduan dan kesedihan setelah kehilangan ponsel yang menyimpan berbagai kenangan tersebut.
“Yang hilang bukan hanya handphone, tetapi juga kenangan bersama almarhumah ibu yang tersimpan di dalamnya,” demikian gambaran kisah Ridwan sebagaimana narasi yang menyertai unggahan video yang beredar di media sosial, seperti dikutip Senin (28/9/2026).
Ridwan diketahui kini tinggal bersama ayahnya. Informasi mengenai kondisi keluarga tersebut turut menjadi perhatian warganet setelah video kesedihannya menyebar luas.
Unggahan tersebut kemudian memunculkan beragam reaksi publik. Warganet mengecam aksi penjambretan dan berharap ponsel milik Ridwan dapat ditemukan sehingga dokumentasi kenangan bersama ibunya masih bisa diselamatkan.
Meski demikian, informasi mengenai identitas pelaku maupun perkembangan penanganan perkara belum dijelaskan secara terperinci dalam materi video dan unggahan media sosial yang menjadi sumber informasi tersebut.
Kisah Ridwan menjadi perhatian bukan semata karena nilai ponsel yang hilang. Bagi korban, perangkat elektronik dapat menyimpan dokumen pribadi dan kenangan yang nilainya tidak selalu dapat diukur dengan materi.
Informasi mengenai kejadian ini bersumber dari unggahan media sosial yang beredar, termasuk akun pengunggah awal yang disebut jamrawan_8. Karena informasi tersebut berasal dari konten viral, detail mengenai kronologi dan penanganan kasus tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian maupun keluarga korban.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar