Antisipasi Petaka Wisata Air, Kapolri Instruksikan Pengetatan Kapasitas Pengunjung
- calendar_month 48 menit yang lalu
- print Cetak

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meninjau pengamanan malam takbiran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/3/2026). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya dan pengelola tempat wisata untuk memperketat pengamanan serta membatasi kapasitas pengunjung guna mencegah kecelakaan fatal selama libur Lebaran 2026.
Fokus khusus diberikan pada destinasi wisata air yang kerap mengalami lonjakan drastis jumlah wisatawan hingga melebihi ambang batas aman. Penekanan pada sektor pariwisata ini menjadi prioritas mengingat mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat tajam untuk mengisi waktu libur setelah silaturahmi.
Sigit menegaskan ketersediaan alat keselamatan harus sebanding dengan jumlah masyarakat yang datang agar risiko kehilangan nyawa dapat diminimalisasi.
“Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan para masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air untuk dipastikan agar kapasitas jangan sampai melebihi kapasitas yang sudah disiapkan dan alat-alat penyelamat juga jumlahnya harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk,” ujar Sigit saat memantau pengamanan malam takbiran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka, Medan, Jumat (20/3/2026).
Selain keamanan di lokasi wisata, jenderal bintang empat ini juga menyoroti kesiapsiagaan Satgas Bencana di pos-pos terpadu dalam menghadapi cuaca ekstrem. Dia meminta seluruh personel di wilayah rawan banjir dan tanah longsor untuk tetap dalam posisi siaga penuh mengacu pada data prakiraan cuaca dari BMKG.
Sigit menjelaskan meski operasi modifikasi cuaca telah dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan di jalur mudik, potensi bencana masih tetap mengintai dalam beberapa hari ke depan. Dia mengingatkan jajarannya agar tidak lengah terhadap perubahan situasi alam yang bisa terjadi secara mendadak di lapangan.
“Saya pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh Satgas Bencana yang ada di pos-pos terpadu agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya apabila terjadi potensi-potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG,” tegas mantan Kabareskrim ini.
Kapolri juga mengimbau masyarakat yang masih berada di perjalanan atau hendak melakukan kunjungan silaturahmi untuk mengutamakan keselamatan daripada kecepatan. Masyarakat diminta memanfaatkan fasilitas pos terpadu dan rest area jika merasa lelah guna menghindari kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan. (RN-01/03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar