Bukan karena Tindak Pidana, Ini Penyebab Kematian Sutrimo
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

Hasil ekshumasi mengungkap Sutrimo meninggal akibat penyakit jantung iskemik. Tim forensik juga menjelaskan penyebab munculnya busa putih dari mulut korban. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Hasil ekshumasi tim dokter forensik mengungkap penyebab kematian Sutrimo, pria yang disebut pernah bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Sutrimo dinyatakan meninggal akibat penyakit jantung iskemik.
Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim dokter forensik melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo.
“Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik,” kata Yudianto dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).
Selain penyebab kematian, tim forensik juga menjelaskan temuan busa berwarna putih yang keluar dari mulut Sutrimo saat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Yudianto menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan edema paru akut. Kondisi itu dapat menyebabkan adanya cairan dan lendir di paru-paru sehingga saluran pernapasan terganggu dan memicu keluarnya busa berwarna putih.
“Busa yang keluar dari korban ini diakibatkan karena edema paru akut. Itu bisa disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan saluran napas tidak lancar sehingga keluar busa warna putih,” ujarnya.
Temuan tersebut turut menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo. Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan belum menemukan unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Anom Danujaya mengatakan kesimpulan penyidik didasarkan pada rangkaian fakta yang dikumpulkan, termasuk pemeriksaan saksi, hasil ekshumasi, hingga pemeriksaan Puslabfor Polri.
“Berdasarkan fakta-fakta yang telah dikumpulkan dan analisis, penyidik berkesimpulan belum ditemukan yang menunjukkan tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya saudara Sutrimo,” kata Anom dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).
Sutrimo diketahui meninggal pada Kamis (23/7/2026). Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sutrimo kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Proses ekshumasi dilakukan untuk melengkapi penyelidikan mengenai penyebab kematiannya.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar