Mobil Tertemper KA Harina di Mranggen, Sopir Tewas di Tempat
- account_circle Tama
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Mobil Gran Max tertemper KA Harina di Mranggen, Demak, Jawa Tengah. (Foto: tangkapan layar)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Demak, Reportasenews – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu (15/2/2026) pagi. Satu orang pengemudi mobil tewas setelah kendaraannya dihantam kereta api (KA) Harina yang melintas dari arah Surabaya menuju Bandung.
Dalam video yang beredar, diduga sopir tidak mengetahui akan ada kereta api yang lewat, meskipun sudah diingatkan warga. Hingga akhirnya KA Harina dengan nomer KA 99, yang melaju dari Surabaya menghantam mobil nahas tersebut.
Korban diketahui bernama Sarmidi (55), warga Kota Semarang. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras antara mobil Daihatsu Gran Max yang dikemudikannya dengan rangkaian KA.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.48 WIB di jalur rel KM 13,200 JPL 16, tepatnya di perlintasan sebidang RT 007/RW 004 Desa Brumbung. Dalam rekaman video amatir, terlihat perlintasan KA tersebut tidak dilengkapi palang pintu.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino mengatakan kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah Ngemplak menuju Mranggen. Saat hendak melintasi rel, warga sekitar sudah memberi peringatan karena kereta api akan melintas.
”Sudah ada peringatan dari warga, tetapi kendaraan tetap berjalan. Karena jarak kereta sudah dekat, tabrakan tidak bisa dihindari,” kata Arrizal dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).
Benturan keras membuat mobil terseret hingga menghantam pos penjagaan perlintasan. Kendaraan bernopol H 1051 VA itu mengalami kerusakan parah.
Akibat kejadian tersebut, seorang warga bernama Bowo Setiyawan (34) yang berada di pos penjagaan turut menjadi korban. Ia mengalami luka berat setelah tertimpa mobil yang terseret ke bangunan tersebut dan kini dirawat di RS Pelita Anugrah Mranggen.
Polisi memperkirakan kerugian materiil akibat insiden ini mencapai sekitar Rp 80 juta. Proses penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan di perlintasan tanpa palang tersebut.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif membenarkan adanya insiden yang melibatkan KA Harina relasi Surabaya Pasarturi–Bandung di wilayah Mranggen.
Akibat kejadian itu, perjalanan KA Harina mengalami keterlambatan hingga 102 menit. Jalur hilir sempat tidak bisa dilalui kereta api karena dilakukan pemeriksaan dan evakuasi rangkaian yang terdampak.
”Hasil pemeriksaan, lokomotif dan kereta pembangkit mengalami kerusakan dan dilakukan penggantian di Stasiun Semarang Tawang. Saat ini jalur sudah kembali normal,” kata Luqman dalam keterangannya.
PT KAI menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga dan tanpa palang pintu. (Tam)
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar