Ngeri! Bareskrim Gagalkan Peredaran 9,5 Ton Daging Kedaluwarsa Untuk Dijual Jelang Idul Fitri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 9,5 ton daging beku impor kedaluwarsa di Cikupa, Tangerang. Daging diduga akan dijual ke pasar tradisional menjelang Idul Fitri. (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tangerang, ReportaseNews — Petugas Satuan Resmob Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggagalkan upaya peredaran 9,5 ton daging beku impor yang telah kedaluwarsa di kawasan pergudangan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Daging tersebut diduga hendak diedarkan ke sejumlah pasar tradisional untuk memanfaatkan lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam operasi yang dilakukan pada Jumat (6/3/2026) sore, polisi mendatangi tiga unit truk yang membawa muatan daging beku. Saat diperiksa, petugas menemukan ratusan kardus berisi daging impor yang telah melewati masa berlaku.
Total berat daging kedaluwarsa yang diamankan mencapai sekitar 9,5 ton.
Berdasarkan keterangan pada label kemasan, produk tersebut merupakan karkas domba potong yang dikirim dari Australia dengan tujuan Indonesia. Masa kedaluwarsa daging tercantum berakhir pada 3 April 2024.
Kepala Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri AKBP Harry Azhar Hasry mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan peredaran daging tidak layak konsumsi.
“Hari ini kami mengamankan tiga truk dengan isi 9,5 ton daging kedaluwarsa yang akan diedarkan dan dipasarkan ke masyarakat. Kami mengantisipasi oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan menjelang hari raya besar. Informasi ini juga tidak terlepas dari laporan masyarakat,” ujar Harry, Sabtu (7/3/2026).
Selain menyita tiga truk beserta muatan daging, polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam upaya peredaran daging kedaluwarsa tersebut.
Para terduga pelaku bersama barang bukti kini dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mengembangkan penyelidikan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam distribusi daging kedaluwarsa tersebut. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar