Ruang Udara Ditutup, Penerbangan dari Bandara Soetta ke Timur Tengah Dibatalkan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Sejumlah calon penumpang beraktivitas di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. (FOTO: ANTARA/Azmi Samsul M.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tangerang, ReportaseNews – Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bergerak cepat menangani dampak penutupan wilayah udara (airspace closed) di sejumlah negara Timur Tengah yang memicu pembatalan serta penundaan jadwal terbang pada Minggu, 1 Maret 2026.
Meski terjadi gangguan pada rute internasional tertentu, otoritas bandara memastikan situasi di terminal tetap terkendali dan pelayanan bagi penumpang terdampak menjadi prioritas utama.
Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Soetta Aziz Fahmi Harahap menjelaskan, beberapa maskapai besar seperti Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, hingga Garuda Indonesia harus menyesuaikan operasional mereka demi alasan keamanan.
Selain keberangkatan, penerbangan kedatangan dari Abu Dhabi dan Doha juga mengalami pembatalan demi keselamatan kru dan penumpang.
“Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel,” ujar Aziz Fahmi Harahap.
Menyikapi dinamika ini, pihak InJourney Airports telah mengaktifkan prosedur standar penanganan penumpang. Langkah tersebut mencakup bantuan pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi bagi penumpang yang batal berangkat, hingga koordinasi intensif dengan pihak maskapai terkait penyediaan akomodasi dan pengaturan ulang jadwal penerbangan (rescheduling).
“Kami telah memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku, termasuk koordinasi dengan maskapai untuk pengaturan akomodasi. Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif,” tegas Aziz.
Lebih lanjut, Aziz memastikan gangguan ini hanya bersifat lokal pada rute Timur Tengah saja. Aktivitas operasional untuk rute internasional lainnya maupun rute domestik di Bandara Soetta masih berjalan normal tanpa kendala berarti.
Manajemen bandara terus menjalin komunikasi dengan otoritas penerbangan global untuk memantau perkembangan situasi di wilayah konflik tersebut.
“Koordinasi intensif senantiasa dilakukan dengan maskapai, otoritas bandara, serta instansi terkait guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan tetap terjaga,” tambahnya.
Pihak pengelola bandara juga mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang tujuan Timur Tengah, untuk tidak berspekulasi dan terus memantau informasi valid melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Langkah ini penting dilakukan agar setiap calon penumpang mendapatkan status keberangkatan terbaru secara real-time sebelum menuju bandara.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan operasional agar setiap potensi kendala dapat direspons secara cepat dan tepat,” kata Aziz. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar