Breaking News
Trending Tags

Sidang Tuntutan Ditunda, Keluarga Terdakwa Tambang Ilegal Pancurendang Kecewa

  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Purwokerto, ReportaseNews — Suasana haru bercampur kekecewaan menyelimuti Pengadilan Negeri Purwokerto, Kamis (26/3/2026). Pasalnya, majelis hakim menunda sidang pembacaan tuntutan kasus tambang emas ilegal di Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas.

Sidang yang semula dinantikan keluarga terdakwa untuk menentukan nasib tiga orang, yakni Slamet Marsono, Gito Zaenal, dan Yanto Susilo, urung digelar sesuai jadwal. Berdasarkan keterangan kuasa hukum terdakwa, H. Djoko Susanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum dapat membacakan tuntutan dan sidang dijadwalkan ulang pada Senin, 30 Maret 2026.

Penundaan ini sontak memicu reaksi emosional dari keluarga terdakwa yang telah hadir sejak pagi dengan harapan mendapatkan kepastian hukum. Mei Christiani, istri Slamet Marsono, tampak tak kuasa menahan tangis. Dia mengaku kecewa, karena telah menaruh harapan besar agar suaminya bisa segera pulang.

“Saya kecewa sekali. Dari kemarin sudah menunggu tanggal 26 ini dengan harapan suami bisa bebas. Ternyata harus menunggu lagi sampai Senin,” ujarnya dengan suara bergetar.

Mei menegaskan, suaminya hanyalah pekerja tambang biasa, bukan pemilik ataupun pengelola. Selama lima bulan masa penahanan, dia harus menanggung beban ekonomi keluarga seorang diri.

“Suami saya hanya pekerja, bukan pemilik. Lima bulan ini sangat berat, apalagi dia tulang punggung keluarga,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Sugino, kakak dari terdakwa Gito Zaenal. Dia mengaku kecewa karena telah meninggalkan pekerjaannya demi menghadiri sidang tersebut. “Saya sudah tidak kerja hari ini demi adik saya. Katanya sidang, tapi malah ditunda,” katanya.

Pihak keluarga meyakini ketiga terdakwa tidak bersalah karena tidak memiliki peran sebagai pemilik tambang ilegal di Pancurendang. Mereka berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil. “Kami hanya ingin keadilan. Mereka bukan pemilik, ada buktinya,” tegas Sugino.

Kasus tambang emas ilegal di Pancurendang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah insiden yang terjadi di lokasi tersebut. Kini, nasib ketiga terdakwa akan ditentukan dalam sidang lanjutan pekan depan, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum bagi semua pihak. (Kus/RN-03)

  • Penulis: Saparuddin Siregar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Sindir Penggeledahan KPK, Purbaya Rombak 40 Pejabat Pajak Demi Organisasi yang ‘Lurus’

    Sindir Penggeledahan KPK, Purbaya Rombak 40 Pejabat Pajak Demi Organisasi yang ‘Lurus’

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah drastis dengan merombak struktur pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Jumat (6/2/2026). Pelantikan 40 pejabat baru ini menjadi sinyal kuat upaya pembersihan internal di tengah sorotan tajam publik terhadap integritas pegawai Kemenkeu. Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Purbaya […]

  • Ilustrasi Praja IPDN. (Foto: Instagram/praja_ipdn)

    Misi Kemanusiaan Praja IPDN di Aceh Berlanjut

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Deli Serdang, ReportaseNews — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan misi kemanusiaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Pemerintah menyiapkan pemberangkatan Gelombang III untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. ‎Kepastian itu disampaikan Bima usai memimpin apel pelepasan pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten […]

  • Longsoran Batu Besar Masih Tutupi Jalur Utama Trenggalek – Ponorogo 

    Longsoran Batu Besar Masih Tutupi Jalur Utama Trenggalek – Ponorogo 

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Trenggalek, ReportaseNews – Batu raksasa sebesar Poskamling yang kemarin, Selasa (03/03/2026), longsor berikut material lainnya, di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur, belum berhasil disingkirkan para petugas kompeten di lapangan. Batu gunung itu hingga Rabu (04/03/2026) pukul 13.19 masih menyumbat rapat jalur utama penghubung Kabupaten Trenggalek menuju Kabupaten Ponorogo. Praktis jalur di […]

  • Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 9,5 ton daging beku impor kedaluwarsa di Cikupa, Tangerang. Daging diduga akan dijual ke pasar tradisional menjelang Idul Fitri. (Foto: Ist)

    Ngeri! Bareskrim Gagalkan Peredaran 9,5 Ton Daging Kedaluwarsa Untuk Dijual Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Tangerang, ReportaseNews — Petugas Satuan Resmob Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggagalkan upaya peredaran 9,5 ton daging beku impor yang telah kedaluwarsa di kawasan pergudangan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. ‎Daging tersebut diduga hendak diedarkan ke sejumlah pasar tradisional untuk memanfaatkan lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. ‎Dalam operasi yang dilakukan pada Jumat (6/3/2026) […]

  • Tinggal 21 Pustu, Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Sumatera Mendekati Tahap Akhir

    Tinggal 21 Pustu, Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Sumatera Mendekati Tahap Akhir

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Saparuddin Siregar
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat operasional rumah sakit dan Puskesmas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya. Fokus pemerintah saat ini tersisa pada penyelesaian rehabilitasi 21 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sempat terhenti operasionalnya akibat bencana. Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 4 […]

  • Ratusan massa berunjuk rasa di Mapolda DIY memprotes kematian pelajar di Maluku yang diduga dianiaya oknum Brimob. Pagar kantor polisi roboh dan tembok dicoret. (Foto: Tangkapan Layar)

    Demo Kematian Pelajar Maluku, Pagar Polda DIY Roboh

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Yogyakarta, ReportaseNews – Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polda DIY, Selasa (24/2/2026) malam. Aksi ini dipicu kabar meninggalnya seorang pelajar di Maluku yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum Brimob. ‎Berdasarkan video yang beredar di media sosial, massa memadati depan kantor kepolisian tersebut sambil melontarkan kecaman terhadap institusi Polri. […]

expand_less