Tantangan Disrupsi Media, Ketum PWI Pusat Ingatkan Integritas di Peluncuran Hallonews.id
- account_circle Saparuddin Siregar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua Umum PWI Akhmad Munir di acara grand launching Hallonews.Id di Gedung AXA Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). (Foto: ReportaseNews/Budi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews.com – Industri media nasional kembali menyambut pendatang baru dengan diresmikannya Hallonews.id pada Kamis (12/2/2026). Di tengah gempuran disrupsi teknologi yang kian kompleks, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir mengingatkan daya tahan perusahaan media saat ini bergantung pada kemampuan menjaga roh jurnalistik di tengah pragmatisme pasar.
Munir mengapresiasi keberanian para pelaku industri yang tetap optimistis membangun ekosistem pers pada era perubahan pola konsumsi informasi yang sangat cepat. Menurut dia, kehadiran media baru harus dipandang sebagai upaya kolektif untuk menyehatkan kembali kualitas informasi di ruang publik.
Dia menilai niat baik di balik berdirinya sebuah media merupakan modal awal yang penting untuk menghadapi tantangan zaman.
“Hallonews dilahirkan dengan niat baik, yaitu memperkuat ekosistem pers nasional yang berkualitas, sehat, dan memberi manfaat kepada publik. Niat itu sudah menjadi kebaikan yang harus dijaga,” ujar Akhmad Munir dalam sambutannya pada acara grand launching Hallonews.id.
Lebih lanjut, Munir menyoroti fenomena idealisme media yang sering tergerus oleh tekanan distribusi digital dan kepentingan pasar yang pragmatis. Menurut dia, adaptasi terhadap kemajuan teknologi adalah sebuah keharusan. Namun, hal itu tidak boleh mengorbankan jatidiri pers sebagai pilar demokrasi.
Dia menegaskan ketaatan pada kode etik merupakan benteng terakhir yang menjaga kredibilitas sebuah media di mata pembaca.
“Pers harus bisa beradaptasi, harus mengharmonisasi, tapi jangan sampai kehilangan roh dan jiwanya. Ini tantangan yang tidak mudah. Wartawan harus menjadi pengawal kualitas. Integritas, profesionalisme, dan kepatuhan pada kode etik jurnalistik adalah fondasi utama,” tegas Munir di hadapan jajaran redaksi.
Meski banjir informasi digital sulit terbendung, Munir tetap optimistis publik pada akhirnya akan melakukan seleksi alam. Dia meyakini masyarakat akan kembali memprioritaskan media arus utama yang menyajikan konten faktual dan akurat dibandingkan sekadar mengejar kecepatan tanpa verifikasi. Hal ini menjadi peluang besar bagi media baru untuk mengambil posisi sebagai rujukan informasi yang terpercaya.
“Kami yakin masyarakat akan merindukan berita yang faktual, benar, akurat, dan berimbang. Pers akan kembali menjadi kebutuhan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat,” tambahnya.
Dia juga menaruh harapan besar agar Hallonews.id tidak hanya sekadar eksis, tetapi juga mampu berkontribusi bagi kemajuan pers nasional. Dia meminta jajaran manajemen untuk memegang teguh komitmen jurnalisme berbasis fakta demi membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.
“Selamat, dan jaga integritas sebagai media nasional yang terdepan,” katanya. (Budi)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar