Isak Tangis dan Guyuran Hujan Iringi Pemakaman Vidi Aldiano di Tanah Kusir
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Prosesi pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026). (Foto: Kapan lagi.com/Budy Santoso)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026) pagi, saat jenazah musisi kenamaan Vidi Aldiano dihantarkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
Kepergian penyanyi bernama asli Oxavia Aldiano ini menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi ratusan pelayat yang memadati area pemakaman meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Sebelum menuju liang lahad, jenazah pelantun lagu Nuansa Bening tersebut disalatkan terlebih dahulu di masjid yang berlokasi dekat dengan rumah duka di kawasan Cilandak Barat.
Rombongan iring-iringan jenazah tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 08.00 WIB, tepat saat hujan mulai membasahi bumi, seolah ikut melepas kepergian sang musisi yang dikenal dengan kepribadiannya yang ceria.
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (7/3/2026) pukul 16.33 WIB setelah berjuang cukup lama melawan penyakit kanker ginjal.
Di usianya yang ke-35 tahun, suami dari aktris Sheila Dara ini akhirnya menyerah pada kondisi kesehatannya setelah melewati berbagai fase pengobatan yang sering dia bagikan kepada para penggemarnya sebagai bentuk motivasi.
Di lokasi pemakaman, jenazah Vidi ditempatkan di Blok AA1 Blad 174, tepat berada di area belakang makam Proklamator Bung Hatta. Salah satu kerabat dekat yang hadir di lokasi mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas dedikasi dan semangat hidup yang selama ini ditunjukkan oleh almarhum semasa hidupnya.
“Vidi adalah sosok yang sangat kuat. Bahkan di tengah rasa sakitnya, dia tidak pernah berhenti berkarya dan selalu ingin terlihat bahagia di depan semua orang agar kami tidak ikut sedih,” ujar salah satu rekan musisi yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di sela prosesi pemakaman.
Kehadiran warga sekitar di gerbang luar pemakaman juga menunjukkan betapa besarnya pengaruh Vidi di industri hiburan Tanah Air. Meskipun area inti pemakaman dikhususkan untuk keluarga dan kerabat dekat, masyarakat tetap bertahan untuk memberikan penghormatan terakhir dari kejauhan bagi sosok yang dikenal sebagai “Social Butterfly” tersebut. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar