Kapolda Metro dan Gubernur Jakarta Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto dan Gubernur Jakarta Pramono Anung membahas keamanan ibu kota, pencegahan narkoba, program Poliran, lapangan kerja, dan pelayanan publik. (Humas Polda Metro Jaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menemui Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan keamanan ibu kota yang diiringi pemberdayaan masyarakat, perluasan akses pekerjaan, dan peningkatan pelayanan publik.
Dalam pertemuan itu, Dadang didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Adex Yudiswan serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya. Kedua pihak membahas sejumlah langkah kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung kebutuhan warga Jakarta.
Pramono menyambut kedatangan Kapolda dan Wakapolda Metro Jaya serta menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan kepolisian. Ia juga menyinggung pengamanan pertandingan Persija melawan Persib yang berlangsung aman dan lancar sebagai salah satu bentuk kerja sama dalam menjaga ketertiban selama kegiatan masyarakat.
Selain keamanan, pembahasan turut menyentuh dukungan Pemerintah Provinsi Jakarta terhadap program Kapolri. Salah satu hal yang dibicarakan ialah pembebasan biaya transportasi umum bagi pencari kerja melalui layanan Transjakarta, LRT, dan MRT untuk membantu mobilitas warga dalam mencari pekerjaan.
Kapolda Metro Jaya menegaskan, upaya menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Menurut dia, pencegahan dan pemberdayaan masyarakat perlu berjalan beriringan, terutama dalam menangani persoalan sosial yang berkaitan dengan kawasan rawan peredaran narkoba.
“Keamanan tidak bisa dibangun oleh polisi sendiri. Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memperkuat pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Jakarta,” kata Dadang, Selasa (13/10/2026).
Salah satu upaya yang didorong ialah program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Melalui program ini, kepolisian ingin memperkuat kolaborasi untuk membuka akses pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja bagi masyarakat. Pemberdayaan warga dan penataan kawasan permukiman yang membutuhkan perhatian juga menjadi bagian dari pembahasan.
Di bidang pendidikan, kedua pihak turut menyoroti pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Peran polisi dalam memberikan edukasi di sekolah diharapkan dapat membantu mencegah perundungan, menanamkan adab dan etika di ruang publik, meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, serta membangun kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Sementara itu, penguatan sistem keamanan perkotaan dibahas melalui peningkatan pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV serta sistem pengamanan di layanan transportasi umum. Langkah tersebut diarahkan untuk mengantisipasi tindak kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat menggunakan fasilitas publik.
Kolaborasi pemerintah daerah dan kepolisian diharapkan tidak hanya memperkuat pengamanan Jakarta, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang menyentuh persoalan sosial masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga ketertiban dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan warga.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar