Menkeu: Ekonomi Ramadan Diproyeksi Tumbuh 5,7 Persen
- calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
- print Cetak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan ekonomi Ramadan 2026 tumbuh hingga 5,7 persen. Daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga dari aktivitas pasar yang ramai. (Foto: RN/Budi T)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Perekonomian Indonesia selama Ramadan tahun ini diperkirakan tetap menunjukkan tren positif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut berpotensi berada di kisaran 5,6 hingga 5,7 persen, didorong oleh konsumsi masyarakat yang masih kuat.
“Untuk angka-angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7 (persen) kalau perkiraan kasar ya. Itu sudah lumayan bagus lah,” ujar Purbaya saat ditemui wartawan usai Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Menurut dia, optimisme tersebut terlihat dari aktivitas perdagangan di berbagai pusat perbelanjaan tradisional yang tetap ramai sepanjang Ramadan. Ia mencontohkan kondisi di sejumlah pasar yang menunjukkan transaksi masyarakat masih berjalan aktif.
“Kalau saya lihat situasinya ramai seperti itu, daya beli masih cukup,” katanya.
Purbaya menambahkan, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi domestik agar konsumsi masyarakat tidak terganggu, meskipun terdapat tekanan dari dinamika global. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata.
“Intinya kita jaga supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal, termasuk di bidang turisme,” ujarnya.
Dengan konsumsi yang tetap terjaga selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintah berharap momentum tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar