Misi Kemanusiaan Praja IPDN di Aceh Berlanjut
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi Praja IPDN. (Foto: Instagram/praja_ipdn)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Deli Serdang, ReportaseNews — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan misi kemanusiaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Pemerintah menyiapkan pemberangkatan Gelombang III untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Kepastian itu disampaikan Bima usai memimpin apel pelepasan pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian agar proses pemulihan tetap berkesinambungan.
“Dalam waktu 67 hari kita bisa melihat bagaimana Aceh Tamiang berubah wajah dan denyut kesehariannya. Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang,” ujar Bima.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 1.890 personel telah diterjunkan dalam dua gelombang penugasan. Dari jumlah tersebut, 1.582 merupakan praja IPDN, sementara sisanya Aparatur Sipil Negara Kemendagri.
Selama masa tugas, para praja dan ASN berhasil membersihkan serta memulihkan 37 kantor pemerintahan. Pada Gelombang II, fokus penanganan diarahkan ke empat dusun yang terdampak lumpur.
Bima menegaskan, penugasan tersebut bukan sekadar respons kemanusiaan, melainkan juga bagian dari penguatan nilai kebangsaan.
“Ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini (juga) adalah misi kebangsaan,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut dia, kehadiran praja dari berbagai daerah menjadi simbol persatuan nasional di tengah situasi bencana. Mereka dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Bima menilai, pengalaman di Aceh Tamiang menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para praja sebelum kelak mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin.
“Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan para praja agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal pengabdian di masa depan.
“Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian,” ucap Bima. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar