Pengamen Obor Aniaya Pengendara di Purwokerto, Pelaku Ditangkap Usai Video Viral
- calendar_month 29 menit yang lalu
- print Cetak

Pengamen obor ditangkap polisi. (Foto: istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwokerto, ReportaseNews – Insiden kekerasan yang melibatkan seorang pengamen obor terhadap pengguna jalan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya menyebar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Simpang Empat Situmpur pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Dalam video yang beredar, pelaku terlihat melakukan pemukulan terhadap seorang pengendara yang diduga menolak memberikan uang saat dimintai secara paksa.
Aksi tersebut bermula ketika pelaku melakukan atraksi obor di tengah lalu lintas sambil meminta uang kepada pengguna jalan. Situasi kemudian memanas saat permintaan tersebut tidak dipenuhi, hingga pelaku bertindak agresif.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Krisianto, mengungkapkan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti kasus tersebut setelah video viral.
Petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku pada Kamis (19/3/2026), atau sehari setelah kejadian, dan membawanya ke kantor Satpol PP untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku mengakui melakukan kekerasan saat dalam pengaruh alkohol serta meminta uang kepada pengguna jalan,” ujar Krisianto.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku tidak hanya melakukan penganiayaan, tetapi juga praktik pemerasan terhadap pengguna jalan. Ia diketahui memaksa meminta uang, dan melampiaskan emosi ketika tidak diberi.
Aksi kekerasan tersebut dilakukan secara berulang terhadap korban, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat akan keamanan di ruang publik.
Karena terdapat unsur tindak pidana, Satpol PP kemudian berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Pelaku kini telah diserahkan ke Polsek Purwokerto Selatan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas jalanan yang berpotensi mengarah pada tindakan premanisme. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada serta segera melapor jika menemukan kejadian serupa.
Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan di wilayah tersebut. (Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Djung



Saat ini belum ada komentar