Truk Elpiji Adu Banteng di Trans Kalimantan, Satu Tewas
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Truk bermuatan tabung elpiji bertabrakan dengan truk boks di Jalan Trans Kalimantan, Kubu Raya. Pengemudi truk elpiji tewas, dua orang terluka. (Adi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kubu Raya, ReportaseNews – Kecelakaan maut melibatkan truk bermuatan tabung elpiji dan truk boks terjadi di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 71, Desa Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pengemudi truk elpiji, Yufret Musa (30), meninggal dunia setelah kedua kendaraan bertabrakan di kawasan turunan Gereja Pasionis, Kamis lalu.
Hujan yang mengguyur wilayah tersebut diduga membuat permukaan jalan licin dan menjadi salah satu faktor kecelakaan. Sementara itu, pengemudi truk boks, Akhmad Syamudin (32), dan penumpang truk elpiji, Dedi Supriadi (43), mengalami luka-luka.
Kasus kecelakaan tersebut kini masih ditangani Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya untuk mendalami kronologi dan faktor penyebab tabrakan.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan peristiwa tersebut saat menyampaikan keterangan dari Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Judi Effendhy. Ia mengatakan, proses penanganan perkara masih berlangsung di tingkat penyidikan.
“Kasus kecelakaan ini masih ditangani oleh Tim Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya,” ujar Ade, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat truk bermuatan tabung elpiji yang dikemudikan Yufret melaju dari arah Tayan menuju Pontianak dengan membawa Dedi Supriadi sebagai penumpang.
Ketika melintasi turunan di kawasan Gereja Pasionis, truk tersebut diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan yang licin setelah diguyur hujan. Kendaraan kemudian melebar ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, truk boks yang dikemudikan Akhmad Syamudin melaju dari arah berlawanan, yakni Pontianak menuju Tayan. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras mengakibatkan Yufret meninggal dunia. Adapun Akhmad dan Dedi mengalami luka-luka.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan. Dugaan bahwa jalan licin berkontribusi terhadap insiden tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui proses penyidikan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengemudi, khususnya kendaraan berat yang melintasi jalur antarkabupaten, agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan. Pengendara perlu mengurangi kecepatan ketika melewati turunan, menjaga jarak aman, serta memastikan kendaraan tetap terkendali saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
(Adi)
- Penulis: Adi
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar