Analogi Futsal Bahlil Lahadalia Sebut Tak Ada ‘Pemain Cadangan’ di Golkar
- account_circle Admin4Situs
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengadopsi filosofi permainan tim nasional futsal Indonesia untuk mendisiplinkan internal partainya. Dalam pembukaan Training of Trainers (ToT) Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jumat (6/2/2026), Bahlil menegaskan tidak akan ragu melakukan bongkar pasang kader di parlemen jika kinerja mereka dianggap tidak memuaskan.
Bahlil mengibaratkan dinamika Partai Golkar seperti pertandingan futsal yang menuntut intensitas tinggi dan rotasi cepat. Menurutnya, kesuksesan organisasi hanya bisa dicapai jika setiap individu mampu memberikan kontribusi maksimal tanpa melihat kedekatan personal atau latar belakang daerah.
“Bagi yang tidak perform, sekalipun dia teman kita, Pak Sarmuji (Sekjen Golkar), ya sudah. Kita harus cari pemain pengganti. Karena di Golkar ini semua striker. Ini striker semua. Ini seperti main futsal gitu lho,” ujar Bahlil di hadapan anggota Fraksi Golkar DPR/MPR RI.
Lebih lanjut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini menekankan bahwa dalam pola kepemimpinannya, target akhir atau “gol” adalah prioritas utama. Ia memberikan peringatan keras bahwa proses rolling di fraksi akan berjalan objektif tanpa terhalang sentimen persahabatan maupun privilese keluarga.
“Tiga menit, capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan gol-nya. Bahkan mungkin dalam rolling-rolling fraksi, enggak bisa lagi kita berpikir karena dia anak ini, dia anak teman saya, dia sahabat saya,” tegas Bahlil menambahkan bahwa tidak boleh ada kasta atau pengelompokan “anak Jakarta” dan “anak daerah” di tubuh beringin.
Selain membenahi internal, Bahlil juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengunci komitmen politik Partai Golkar terhadap kepemimpinan nasional. Menanggapi wacana dukungan dua periode bagi Presiden Prabowo Subianto yang mulai menggema di kalangan koalisi, Bahlil memastikan loyalitas partainya bersifat mutlak.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang sebelumnya juga menyuarakan optimisme terhadap kepemimpinan Prabowo hingga sepuluh tahun ke depan. Bahlil menegaskan bahwa dukungan ini merupakan amanat konstitusi partai yang tidak bisa ditawar.
“Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran. Konsekuensi daripada partai yang telah mengusung harus mendukung sampai selesai. Apalagi Golkar dalam keputusan munasnya itu mendukung pemerintahan,” kata Bahlil menutup pernyataannya.
Melalui pendekatan gaya “futsal” ini, Bahlil berharap Fraksi Partai Golkar di MPR dan DPR dapat bergerak lebih lincah dan agresif dalam mengawal kebijakan pemerintah pusat hingga masa jabatan berakhir.
- Penulis: Admin4Situs


Saat ini belum ada komentar