Tandu Soedirman Jadi Pesan Perjuangan Pada HUT ke-81 TNI di Purwokerto
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

Tandu Jenderal Besar Soedirman mewarnai HUT ke-81 TNI di Purwokerto. Korem 071/Wijayakusuma menggelar LKBB untuk melatih disiplin dan kekompakan pelajar. (Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwokerto, ReportaseNews – Peringatan HUT ke-81 TNI di Purwokerto, Jawa Tengah, tidak hanya diisi perlombaan ketangkasan baris-berbaris. Korem 071/Wijayakusuma turut menghadirkan defile tandu Jenderal Besar Soedirman sebagai pengingat perjuangan dan semangat cinta tanah air kepada generasi muda.
Defile tandu Soedirman tersebut digelar bersamaan dengan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) memperebutkan Piala Panglima TNI di Alun-Alun Purwokerto, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini diikuti pelajar tingkat SLTA yang merupakan perwakilan terbaik dari sembilan kabupaten di wilayah Korem 071/Wijayakusuma.
Kapenrem 071/Wijayakusuma Kapten CBA Putut Peringgudigdo mengatakan, tandu yang digunakan dalam defile bukan sekadar atraksi untuk memeriahkan kegiatan. Kehadirannya membawa pesan sejarah tentang perjuangan Jenderal Besar Soedirman yang memiliki keterikatan kuat dengan wilayah Banyumas.
“Di tanah Banyumas ini telah lahir dan besar seorang pejuang yang sangat luar biasa, yaitu Jenderal Besar Soedirman,” kata Putut.
Menurut Putut, semangat perjuangan Soedirman tetap ditunjukkan meski dalam kondisi sakit. Dalam perjuangannya melawan penjajah, Soedirman bahkan harus ditandu oleh anak buahnya saat bergerilya di tengah hutan.
“Beliau dalam kondisi sakit parah, tetapi tidak menyerah kepada penjajah dan memilih untuk berjuang masuk ke hutan. Kondisi berjalan saja beliau tidak sanggup, bahkan harus ditandu oleh anak buahnya,” ujarnya.
Putut mengatakan, nilai perjuangan tersebut menjadi pesan yang ingin disampaikan kepada para pelajar. Melalui defile tandu Soedirman, generasi muda diharapkan lebih mengenal sejarah perjuangan sekaligus memahami nilai cinta tanah air dan bela negara.
Di sisi lain, LKBB menjadi sarana untuk melatih kekompakan peserta. Para pelajar sebelumnya telah mengikuti seleksi di tingkat kabupaten sebelum menjadi perwakilan untuk berlomba di tingkat Korem.
“Dalam baris-berbaris tidak bisa gerakan perorangan. Satu orang bagus, sepuluh orang bagus, tetapi kalau satu orang jelek, jelek semuanya,” jelas Putut.
Ia menuturkan, LKBB tidak hanya menguji ketangkasan, tetapi juga melatih kerja sama, disiplin, kekompakan, serta kemampuan peserta mengikuti aba-aba secara tepat.
“Kalau satu orang salah mendengar aba-aba, salah semua. Itu yang ingin kita angkat sehingga kita lombakan,” katanya.
Putut menambahkan, kegiatan bersama pelajar tersebut merupakan bagian dari pembinaan generasi muda. TNI, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus mendorong generasi muda agar mampu bekerja sama di tengah perbedaan.
“Kami sebagai anggota TNI mempunyai kewajiban untuk membina generasi muda, adik-adik kita, anak-anak kita, agar mereka memiliki rasa cinta tanah air, rasa bela negara, tidak memandang perbedaan dan bisa bekerja sama,” tutur Putut.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh para peserta melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan ketika mereka kelak menjalankan peran sebagai generasi penerus bangsa.
“Sehingga pada masanya nanti mereka menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang cakap dan bisa diandalkan,” pungkasnya.
(Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar