Diplomat ASEAN Perkenalkan Peran dan Kerja Sama Kawasan kepada Mahasiswa Karachi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Karachi, ReportaseNews – Presentasi ASEAN di State Guest House,Karachi, mempertemukan para diplomat, termasuk Duta Besar RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo,M.Sc. dengan mahasiswa dari sejumlah universitas terkemuka untuk membahas peran ASEAN,diplomasi regional,dan peluang kerja sama Asia Tenggara-Pakistan.
Diplomat ASEAN memperkenalkan peran organisasi regional Asia Tenggara kepada mahasiswa berprestasi dari sejumlah universitas terkemuka di Karachi, Pakistan,melalui kegiatan ASEAN- Pakistan Academic and Youth Engagement pada Kamis (29/10/ 2026).
Dikutib redaksi pada Sabtu (07/11/2026) di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung di State Guest House tersebut menghadirkan dialog antara perwakilan diplomatik dan generasi muda mengenai diplomasi, dinamika kawasan,serta pentingnya kerja sama antarnegara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan resmi ASEAN Committee in Islamabad (ACI) ke Karachi. ACI menyelenggarakan forum akademik dan kepemudaan melalui koordinasi dengan Ministry of Foreign Affairs Liaison Office Pakistan serta Philippine Honorary Consulate General.
Delegasi ASEAN melibatkan perwakilan dari tujuh negara anggota yang menjalankan misi diplomatik di Pakistan diantaranya; Duta Besar Filipina untuk Pakistan,Emmanuel R. Fernandez,memimpin delegasi sebagai Ketua ACI,Duta Besar Indonesia untuk Pakistan,Chandra Warsenanto Sukotjo,dan Duta Besar Myanmar,Wunna Han.
Direktur Jenderal Foreign Affairs Liaison Office Karachi,Muhammad Irfan Soomro,menyambut para diplomat dan menekankan pentingnya pertukaran pendidikan serta hubungan antarmasyarakat. Ia juga menyoroti peran generasi muda dalam memperkuat hubungan ASEAN dan Pakistan.
Mahasiswa Pakistan Pelajari Diplomasi dan Dinamika ASEAN
Para diplomat memperkenalkan pengalaman masing-masing negara dalam membangun kerja sama regional. Mereka juga menjelaskan peluang pendidikan,pengembangan profesional,program beasiswa,inovasi teknologi,dan pertukaran internasional.
Sesi dialog interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan dan gagasan. Beberapa topik yang menjadi perhatian peserta meliputi:
Integrasi kawasan: Peran ASEAN dalam menjaga persatuan dan kerja sama negara anggota. Hubungan internasional: Hubungan Pakistan dengan ASEAN serta peluang penguatan kemitraan. Pendidikan: Kesempatan pertukaran mahasiswa, beasiswa,dan kolaborasi akademik.
Inovasi teknologi: Potensi kerja sama dalam bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Ambassador Fernandez mendorong mahasiswa agar terus mengembangkan rasa ingin tahu, inovasi,dan optimisme. Ia menilai generasi muda dapat berkontribusi dalam hubungan internasional melalui gagasan baru dan jejaring lintas negara
Forum tersebut turut menghasilkan gagasan untuk memperluas hubungan akademik secara berkelanjutan. Perwakilan fakultas mengusulkan dialog kebijakan rutin, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta penelitian bersama.
Konsul Kehormatan Filipina di Karachi, Muhammad Imran Yousuf,juga membagikan pengalamannya memperoleh beasiswa untuk belajar ilmu komputer di Filipina. Pengalaman tersebut memperlihatkan peran pendidikan dalam membangun hubungan profesional dan persahabatan antarnegara.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan pejabat pemerintah. Mahasiswa, peneliti, dan profesional muda juga dapat memperkuat hubungan internasional melalui pendidikan serta pertukaran pengetahuan.(Git/RN-04)
- Penulis: Didik




Saat ini belum ada komentar