Breaking News
Trending Tags

3.000 KK Antre Rusunawa, DPRD Bandung Siapkan Aturan Baru

  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, ReportaseNews – Kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Bandung belum sebanding dengan ketersediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Dari tiga rusunawa yang saat ini beroperasi dengan total 941 unit, sekitar 3.000 kepala keluarga (KK) masih masuk daftar tunggu.

Kesenjangan tersebut menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rumah Susun oleh Panitia Khusus (Pansus) 20 DPRD Kota Bandung. Regulasi baru ini diharapkan tidak hanya mendorong penambahan hunian vertikal, tetapi juga menjamin keterjangkauan biaya dan kesejahteraan penghuninya.

Anggota Pansus 20 DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Syahlevi Edwin Apandi, mengatakan pembaruan regulasi diperlukan untuk menjawab persoalan penyelenggaraan rumah susun yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam aturan sebelumnya.

“Sekarang kami sedang membahas Raperda tentang Rumah Susun di Pansus 20. Perda ini merupakan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya yang terbit pada 2014,” ujar Syahlevi, Jumat (6/11/2026).

Menurut dia, Raperda yang terdiri atas 111 pasal tersebut harus dibahas secara menyeluruh. Pengaturan rumah susun tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas fasilitas, sistem pengelolaan, serta kemampuan ekonomi masyarakat yang menghuni.

Syahlevi mengungkapkan, sejumlah persoalan masih menjadi keluhan penghuni rumah susun. Di antaranya keterbatasan fasilitas, biaya sewa yang dinilai mahal, hingga tingginya tarif listrik dan air.

“Persoalan rumah susun ini cukup kompleks. Keluhan penghuninya beragam, mulai dari fasilitas yang masih kurang, harga sewa yang dinilai mahal, sampai biaya listrik dan air. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian dalam penyusunan perda,” katanya.

Ia menegaskan, rumah susun seharusnya menjadi alternatif hunian yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan tempat tinggal layak. Karena itu, pemerintah perlu memastikan biaya hunian tetap terjangkau tanpa mengabaikan kualitas pelayanan dan kenyamanan penghuni.

Keterbatasan lahan di Kota Bandung, lanjut Syahlevi, membuat pembangunan hunian vertikal menjadi kebutuhan mendesak. Sementara itu, tingginya jumlah keluarga yang masih mengantre menunjukkan kapasitas rusunawa saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dengan keterbatasan lahan di Kota Bandung, hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kebutuhan mendesak. Kita harus memikirkan bagaimana masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal bisa mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau,” ungkapnya.

Syahlevi berharap Raperda Rumah Susun dapat memperkuat landasan hukum penyelenggaraan rusunawa, memperbaiki tata kelola, sekaligus membuka peluang penambahan unit hunian baru.

Ia menilai keberhasilan kebijakan rumah susun tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah bangunan yang didirikan. Ketersediaan fasilitas, keterjangkauan biaya sewa, tarif utilitas, serta kepastian pengelolaan harus menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah daerah.

Melalui pembaruan regulasi tersebut, DPRD Kota Bandung diharapkan dapat mendorong penyediaan hunian vertikal yang tidak hanya menjawab persoalan keterbatasan lahan, tetapi juga memberikan kepastian tempat tinggal yang layak, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 

 

(Ton) 

 

 

  • Penulis: Ton
  • Editor: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Polres Madina Belum Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Tambang Emas Ilegal

    Polres Madina Belum Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Polres Madina belum memberi keterangan resmi terkait penyebab pasti tewasnya Ferdiansyah (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang ditemukan dalam kondisi kritis di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal Desa Runding. Hingga saat ini, motif di balik peristiwa tersebut masih simpang siur di tengah masyarakat, dengan munculnya berbagai spekulasi mulai dari dugaan penculikan […]

  • Misteri Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Halte Padangsidimpuan

    Misteri Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Halte Padangsidimpuan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, ReportaseNews – Polres Padangsidimpuan berupaya melacak pihak keluarga dan identitas seorang perempuan tunawisma yang ditemukan meninggal dunia di halte Jalan Jenderal Sudirman, Simpang Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Senin (13/7/2026). Jasad perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 38 tahun tersebut kali pertama ditemukan warga sekitar dalam kondisi tidak bernyawa, yang kemudian langsung melaporkannya […]

  • Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ekstasi, sabu, dan vape etomidate di Tangerang. Dua pelaku diamankan bersama ratusan butir ekstasi. (Foto: ReportaseNews/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya)

    Polisi Gerebek Apartemen di Tangerang, 201 Ekstasi dan Vape Etomidate Disita

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ekstasi, sabu, dan cartridge vape mengandung etomidate di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. ‎Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua terduga pelaku berinisial BS dan HS di sebuah apartemen kawasan Osaka Riverview, Kosambi, pada Rabu (6/5/2026) dini hari. ‎Dari hasil penggerebekan, petugas menyita […]

  • Bareskrim Polri menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkoba. Oknum polisi di Kalimantan Timur terancam PTDH dan pidana umum. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polri)

    Polisi Nakal Main Narkoba, Bareskrim Ancam Pecat dan Pidanakan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Bareskrim Polri menegaskan sikap tanpa kompromi dalam memberantas peredaran narkotika, termasuk terhadap anggota kepolisian yang terbukti ikut terlibat dalam jaringan narkoba. ‎Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol. Syahardiantono, mengatakan arahan pimpinan Polri terkait penanganan kasus narkoba sudah sangat tegas dan tidak memberi ruang toleransi bagi anggota yang melanggar hukum. ‎“Perintah Kapolri […]

  • Kapolda NTT Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres 

    Kapolda NTT Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres 

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) dan beberapa kapolres di jajaran Polda Nusa Tenggara Timur Rabu (29/7) di lapangan Bhayangkara. Sertijab tersebut berdasarkan telegram mutasi Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Nomor ST/1336, ST/1337, ST/1339, ST/1340, dan ST/1341/VI/KEP./2026 tanggal 25 Juni 2026. Kapolda […]

  • Menjaga Kulit Tetap Glowing Selama Menjalankan Puasa

    Menjaga Kulit Tetap Glowing Selama Menjalankan Puasa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

      Jakarta, ReportaseNews – Perubahan pola makan dan jam tidur selama berpuasa ikut memengaruhi kondisi kulit. Banyak orang mengeluhkan wajah terasa lebih kering, kusam, bahkan muncul jerawat menjelang Lebaran. Menurut Founder DERMAVers Klinik, Dokter Lusiyanti, kekurangan cairan (dehidrasi) memang menjadi persoalan utama kulit selama puasa. “Kalau bulan Ramadhan kan sudah pasti akan kekurangan cairan, kulitnya […]

expand_less