Breaking News
Trending Tags

Rusun Jadi Solusi Hunian, DPRD Bandung Soroti Keterjangkauan dan Kualitas Pengelolaan

  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, ReportaseNews – Keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di Kota Bandung mendorong pengembangan hunian vertikal. Namun, pembangunan rumah susun (rusun) tidak cukup hanya menambah jumlah unit. Aspek kelayakan, keterjangkauan harga, serta kualitas pengelolaan juga harus menjadi perhatian.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus Panitia Khusus (Pansus) 20 DPRD Kota Bandung dalam membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rumah Susun.

Anggota Pansus 20 DPRD Kota Bandung, Asep Robin, S.H., M.H., mengatakan, regulasi tersebut penting untuk memperkuat penyelenggaraan rumah susun agar mampu menjawab kebutuhan hunian masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kota Bandung memiliki keterbatasan lahan, sementara kebutuhan hunian terus meningkat. Karena itu, rumah susun menjadi salah satu solusi yang perlu dipersiapkan dengan regulasi yang jelas dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” ujar Asep.

Menurut dia, Raperda Rumah Susun tidak hanya mengatur pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pelayanan, keterjangkauan harga, penyediaan sarana dan prasarana, hingga tata kelola lingkungan hunian.

Bahkan, pembahasan regulasi tersebut turut membuka peluang penambahan rumah susun baru untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat perkotaan.

Raperda Rumah Susun merupakan satu dari empat rancangan peraturan daerah yang diusulkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pembahasannya dilakukan Pansus 20 yang dipimpin H. Sutaya sebagai ketua dan H. Deni Nursani sebagai wakil ketua, bersama delapan anggota lainnya, termasuk Asep Robin.

Untuk memastikan regulasi sesuai kebutuhan di lapangan, Pansus 20 juga telah mengundang perwakilan penghuni rumah susun di kawasan Cingised dan Rancacili.

Asep menilai, pelibatan warga menjadi bagian penting dalam penyusunan aturan. Sebab, penghuni merupakan pihak yang merasakan langsung berbagai persoalan dalam kehidupan di lingkungan rumah susun.

Masukan masyarakat, lanjut dia, perlu menjadi pertimbangan dalam mengatur aspek kenyamanan, keamanan, ketertiban, serta penataan lingkungan.

“Regulasi yang disusun harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi penghuni. Jangan sampai pembangunan hanya berorientasi pada penyediaan bangunan, tetapi mengabaikan kualitas kehidupan masyarakat di dalamnya,” jelasnya.

Selain persoalan pengelolaan, Asep juga menyoroti sejumlah ketentuan penting dalam penyelenggaraan rumah susun. Salah satunya menyangkut kewajiban pengembang rumah susun komersial untuk menyediakan rumah susun umum sekurang-kurangnya 20 persen dari total luas lantai atau jumlah unit yang dibangun, sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketentuan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih terjangkau.

Aspek kepemilikan satuan rumah susun oleh warga negara asing (WNA) juga menjadi perhatian. Kepemilikan dimungkinkan bagi WNA yang memenuhi persyaratan izin tinggal dan ketentuan hukum, termasuk aturan mengenai status hak atas tanah tempat bangunan berdiri.

Selain itu, proses Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) harus memperhatikan ketentuan tingkat keterbangunan fisik rumah susun minimal 20 persen sesuai regulasi terkait.

Berbagai ketentuan tersebut perlu dipastikan berjalan agar penyelenggaraan rumah susun memiliki kepastian hukum sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dan konsumen.

Asep berharap, pembahasan Raperda Rumah Susun dapat menghasilkan regulasi komprehensif yang tidak hanya mendorong penambahan hunian vertikal, tetapi juga menjamin kualitas pengelolaan dan kenyamanan penghuninya.

Dengan demikian, rumah susun di Kota Bandung tidak sekadar menjadi solusi atas keterbatasan lahan, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan.

“Harapannya, Perda ini bisa menjadi landasan bagi pembangunan dan pengelolaan rumah susun yang lebih tertata, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau,” pungkasnya.(Ton/RN-04).

  • Penulis: Didik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Kabar Gembira…! THR ASN, TNI dan Polri Dicairkan Awal Ramadan

    Kabar Gembira…! THR ASN, TNI dan Polri Dicairkan Awal Ramadan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah mengumumkan kabar gembira terkait pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri untuk tahun 2026. Alokasi anggaran yang disiapkan tahun ini mengalami kenaikan signifikan mencapai Rp55 triliun, yang dijadwalkan mulai masuk ke rekening para abdi negara pada pekan depan atau bertepatan dengan pekan pertama bulan puasa. […]

  • Peran Sentral Gus Alex di Kasus Kuota Haji

    Peran Sentral Gus Alex di Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle RN-06
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex pada Selasa (17/3/2026). Mantan staf khusus Yaqut Cholil Qoumas itu diduga menjadi aktor kunci dalam perkara dugaan korupsi kuota haji. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut peran Gus Alex tidak sekadar administratif. Ia diduga menjadi simpul penting dalam jalur kebijakan sekaligus […]

  • PMJ dan Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Pensiunan JICT

    PMJ dan Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Pensiunan JICT

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Bekasi, ReportaseNews – Tim gabungan kepolisian masih mendalami dugaan pembunuhan berencana Ermanto Usman (65), seorang pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT), di kediamannya di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026) lalu. Kepolisian tidak hanya mendalami dugaan perampokan, tetapi juga membuka peluang adanya unsur pembunuhan berencana dalam kasus yang menimpa pengamat pelabuhan tersebut. Penyelidikan […]

  • Pencurian di SDN 2 Waluyo Kebumen, 15 laptop dan inventaris sekolah raib. Kerugian capai Rp90 juta, polisi lakukan penyelidikan. (Ist)

    Maling Bobol SDN 2 Waluyo di Kebumen, 15 Laptop Raib

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Kebumen, ReportaseNews – Aksi pencurian menyasar fasilitas pendidikan di wilayah Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Sebanyak 15 unit laptop dan sejumlah barang inventaris milik sekolah dasar dilaporkan hilang setelah ruang guru diduga dibobol pelaku. ‎Peristiwa itu terjadi di SDN 2 Waluyo pada Minggu (19/4/2026) malam. Kasus baru terungkap keesokan harinya saat petugas kebersihan mendapati kondisi ruangan sudah […]

  • Layvin Kurzawa. (Foto: Instagram/Kurzawa)

    Eks Bintang PSG Ini Bikin Ligue 1 Ikut Rayakan Gelar Persib Bandung

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Bandung, ReportaseNews — Persib Bandung memastikan diri menjadi juara BRI Super League 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada pekan terakhir kompetisi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026). ‎Hasil tersebut cukup membawa skuad asuhan Bojan Hodak mengunci posisi teratas klasemen akhir dengan koleksi 79 poin. Persib unggul head to head atas […]

  • Kisah warga Banyumas mengembangkan usaha ternak ayam Elba dari 25 ekor hingga menghasilkan omzet Rp20 juta per bulan saat pandemi. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Dari 25 Ayam, Warga Banyumas Kantongi Rp20 Juta per Bulan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Tekanan ekonomi saat pandemi tidak selalu berujung pada keterpurukan. Sebagian warga justru menemukan peluang baru, seperti yang dilakukan Syahri Mukhtarom, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. ‎Syahri mengembangkan usaha ternak ayam Elba yang kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Usaha tersebut bermula dari skala kecil dengan […]

expand_less