Maling Bobol SDN 2 Waluyo di Kebumen, 15 Laptop Raib
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Pencurian di SDN 2 Waluyo Kebumen, 15 laptop dan inventaris sekolah raib. Kerugian capai Rp90 juta, polisi lakukan penyelidikan. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebumen, ReportaseNews – Aksi pencurian menyasar fasilitas pendidikan di wilayah Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Sebanyak 15 unit laptop dan sejumlah barang inventaris milik sekolah dasar dilaporkan hilang setelah ruang guru diduga dibobol pelaku.
Peristiwa itu terjadi di SDN 2 Waluyo pada Minggu (19/4/2026) malam. Kasus baru terungkap keesokan harinya saat petugas kebersihan mendapati kondisi ruangan sudah tidak seperti biasanya.
Kepala Tata Usaha SDN 2 Waluyo, Irawati, mengatakan kerusakan terlihat pada bagian kunci pintu ruang guru yang sudah dalam kondisi jebol.
”Saat petugas datang pagi hari, pintu ruang guru sudah dalam kondisi rusak di bagian kunci. Setelah dicek bersama, ternyata sejumlah barang inventaris sudah tidak ada,” ujar Irawati, Senin (20/4/2026).
Setelah dilakukan pendataan, pihak sekolah menemukan sejumlah barang penting telah hilang. Selain 15 laptop, pelaku juga membawa satu unit proyektor, satu printer, serta dua tabung gas elpiji.
Aksi pencurian tersebut diduga berlangsung saat lingkungan sekolah dalam kondisi sepi. Waktu kejadian diperkirakan terjadi pada rentang pukul 22.00 WIB hingga 05.30 WIB.
Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp90 juta. Kehilangan tersebut berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar, mengingat sebagian besar barang yang hilang merupakan perangkat pendukung kegiatan pendidikan.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian setempat. Aparat Polsek Buluspesantren pun telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, dua saksi, yakni penjaga sekolah dan petugas kebersihan, sudah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan.
Sekolah berharap pelaku segera ditangkap dan barang yang hilang bisa ditemukan kembali. Peristiwa ini juga menjadi perhatian serius terkait pentingnya peningkatan sistem keamanan di lingkungan sekolah. (BK/RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar