Kebakaran Pasar Nanga Pinoh, 56 Bangunan Terdampak
- calendar_month 16 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi kebakaran. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Melawi, ReportaseNews — Sebanyak 56 bangunan dan tempat usaha masuk dalam daftar terdampak kebakaran di kawasan Pasar Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) dini hari itu menghanguskan sejumlah rumah tinggal, toko, gudang, warung kopi, hingga rumah makan. Total kerugian material masih dalam pendataan.
Data tersebut tercantum dalam Berita Acara Musibah Kebakaran yang diterbitkan Pemerintah Desa Tanjung Niaga pada 29 Oktober 2026. Dokumen bernomor 364/458/PIM/TH/2026 itu ditandatangani Kepala Desa Tanjung Niaga, Juliansyah.
Dalam berita acara tersebut, Juliansyah menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 03.24 WIB di kawasan Dusun Niaga Karya, RT 004/RW 001, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
“Telah terjadi musibah kebakaran di Wilayah Desa Tanjung Niaga sepanjang Dusun Niaga Karya, RT.004/RW.001, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, pada hari Rabu, tanggal 28 Oktober 2026, pukul 03.24 WIB,” demikian keterangan yang diterima, Kamis (29/10/2026).
Daftar terdampak memuat 56 entri yang mencakup pemilik rumah tinggal dan pelaku usaha. Sejumlah tempat usaha yang tercatat antara lain Warung Mie Nikmat, Toko Sembako, Toko Sinar Nelayan, Salon Matahari, Toko Obat Wajar, Gudang Toko Kita, dan Gudang Toko Maju Jaya.
Selain bangunan usaha, kebakaran juga berdampak pada rumah tinggal warga. Dalam dokumen tersebut, tingkat kerusakan sejumlah bangunan disebut berat hingga terbakar habis.
Meski demikian, angka 56 merujuk pada jumlah entri dalam daftar terdampak, bukan jumlah pasti keluarga atau pemilik usaha yang berbeda. Daftar itu juga mencantumkan satu entri berupa rumah kosong.
Kebakaran yang dilaporkan terjadi pada dini hari tersebut membuat warga berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang mereka. Sementara itu, petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak terus meluas.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran dan nilai kerugian material belum diketahui. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban luka maupun korban jiwa juga masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.
Berita acara tersebut ditembuskan kepada Bupati Melawi, Dinas Sosial Kabupaten Melawi, BPBD Kabupaten Melawi, Camat Nanga Pinoh, Kapolres Melawi, dan Kapolsek Nanga Pinoh.
Pendataan terhadap warga dan pelaku usaha terdampak menjadi langkah penting untuk mengetahui kebutuhan penanganan pascakebakaran. Kejelasan mengenai tingkat kerusakan, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal, serta besaran kerugian diperlukan sebagai dasar penyaluran bantuan dan pemulihan aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Nanga Pinoh.
(Adi)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar