Tom Liwafa Turun Tangan Kawal Pembangunan Kantor BPTD Jatim, Tak Ingin Penguatan Kelembagaan Terhambat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, ReportaseNews – Kondisi fasilitas dan status kelembagaan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Provinsi Jawa Timur menjadi perhatian Anggota DPR RI Tom Liwafa. Ia menilai, sudah saatnya BPTD Jawa Timur mendapatkan dukungan fasilitas dan kelembagaan yang sebanding dengan besarnya peran provinsi tersebut dalam sektor transportasi darat nasional.
Perhatian itu diwujudkan melalui kunjungan spesifik yang dilakukan Tom Liwafa ke kantor BPTD Wilayah XI Jawa Timur pada masa reses, Kamis (29/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Tom menyoroti kondisi kantor BPTD yang selama ini masih menempati bangunan berstatus sewa di Jalan Menanggal MGE No. 12, Kecamatan Gayungan, Surabaya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi mengingat Jawa Timur merupakan salah satu wilayah strategis dengan aktivitas transportasi darat yang sangat tinggi. Keberadaan fasilitas kantor yang layak dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang kinerja dan pelayanan institusi.
Kabar baiknya, pembangunan kantor permanen BPTD Wilayah XI Jawa Timur kini tengah berjalan di atas lahan milik Kementerian Perhubungan yang berada di lingkungan Terminal Purabaya, Sidoarjo.
Tom menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa prosesnya harus benar-benar dikawal agar dapat diselesaikan tanpa hambatan.
“Saya melihat sendiri bahwa kondisi kantor BPTD Jawa Timur memang perlu mendapatkan perhatian serius. Tidak seharusnya provinsi sebesar Jawa Timur masih memiliki kantor dengan kondisi yang jauh dari kata layak dan berstatus sewa. Karena itu, pembangunan kantor permanen ini harus kita kawal bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, Tom mengungkapkan bahwa dirinya menerima sejumlah informasi dari masyarakat dan konstituen di wilayah Surabaya serta Sidoarjo terkait dinamika perkembangan BPTD Jawa Timur.
Informasi tersebut mencakup dugaan adanya sejumlah pihak yang berupaya menghambat proses pembenahan dan pengembangan institusi tersebut. Beberapa isu sensitif juga menjadi perhatian sehingga Tom memutuskan untuk melakukan peninjauan secara langsung.
Ia menilai, upaya memperbaiki fasilitas dan memperkuat kelembagaan negara semestinya mendapatkan dukungan, bukan justru dihadapkan pada berbagai kepentingan yang berpotensi menghambat kemajuan.
“Beberapa informasi dari masyarakat masuk kepada saya. Ada hal-hal yang perlu dicermati, termasuk dugaan adanya upaya yang bisa menghambat perkembangan BPTD Jawa Timur. Saya tidak ingin hanya mendengar dari satu pihak. Karena itu, saya memilih datang langsung untuk melihat kondisi dan memastikan persoalan ini mendapatkan perhatian,” katanya.
Namun, bagi Tom, pembangunan gedung permanen bukanlah tujuan akhir. Ia memiliki agenda lanjutan untuk memperjuangkan peningkatan klasifikasi BPTD Wilayah XI Jawa Timur dari Kelas II menjadi Kelas I.
Menurutnya, peningkatan status kelembagaan harus menjadi bagian dari pembenahan secara menyeluruh. Dengan dukungan organisasi dan fasilitas yang lebih memadai, BPTD diharapkan dapat menjalankan tugas serta tanggung jawabnya secara lebih optimal.
Tom menegaskan akan terus mengawal proses pembangunan hingga tuntas. Setelah gedung permanen selesai, ia juga akan melanjutkan perjuangan melalui jalur yang sesuai agar peningkatan status kelembagaan BPTD Jawa Timur dapat diperjuangkan.
“Jangan sampai setelah gedungnya selesai, kemudian perjuangannya berhenti. Saya ingin BPTD Jawa Timur juga mengalami peningkatan dari sisi kelembagaan. Target berikutnya adalah memperjuangkan agar statusnya bisa naik menjadi Kelas I. Ini penting untuk mendukung kebutuhan transportasi darat di Jawa Timur,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan kantor permanen di kawasan Terminal Purabaya menjadi titik awal perubahan bagi BPTD Wilayah XI Jawa Timur.
Dengan fasilitas yang lebih representatif dan dukungan kelembagaan yang semakin kuat, BPTD diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, efektivitas kerja, serta kualitas pelayanan transportasi darat bagi masyarakat.
Tom memastikan pengawalan terhadap agenda tersebut akan terus dilakukan agar pembangunan yang sedang berjalan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan negara dan masyarakat luas.
- Penulis: Ferdy Ferdy



Saat ini belum ada komentar