Bareskrim Buru Bandar Besar di Balik Kampung Ambon dan Boncos
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Sejumlah alat hisap sabu ditemukan saat penggerebekan di Kampung Ambon. (ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Bareskrim Polri membidik bandar besar dan pemasok utama narkotika yang diduga berada di balik peredaran narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat. Penyidik kini mendalami kemungkinan adanya keterkaitan jaringan yang memasok narkotika ke dua kawasan tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Kristian Siagian mengatakan, pengembangan penyidikan difokuskan untuk mengungkap sumber pasokan narkotika sekaligus menelusuri hubungan ant jaringan yang beroperasi di kedua wilayah itu.
“Akan kita dalami penyuplai besar ke berbagai kawasan narkoba itu. Apakah merupakan satu jaringan atau berbeda, apakah jaringan satu sama lain terkait. Akan kita buru bandar besar,” kata Kristian, Senin (12/10/2026).
Menurut Kristian, pengungkapan jaringan pemasok menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika. Penindakan tidak hanya menyasar pihak yang ditemukan saat penggerebekan, tetapi juga bandar dan pemasok yang diduga mengendalikan distribusi narkoba ke kawasan tersebut.
Bareskrim juga mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dinilai penting untuk membantu mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Kami sangat berharap sinergitas antara Polri dan stakeholder, terutama masyarakat terkait peredaran narkoba. Polisi bersama masyarakat berantas mata rantai bandar narkoba,” ujarnya.
Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggelar penggerebekan terkait penyalahgunaan narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos pada Jumat (9/10/2026). Operasi tersebut melibatkan personel dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, serta unsur Brimob dan Sabhara.
Penggerebekan itu disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memberantas kawasan yang dikenal sebagai lokasi peredaran narkotika.
Melalui pengembangan penyidikan, polisi berupaya mengungkap pihak-pihak yang berada di balik pasokan narkoba ke dua kawasan tersebut. Penelusuran jaringan pemasok diharapkan dapat memperluas penindakan hingga menyasar bandar besar yang diduga menjadi bagian dari rantai distribusi narkotika.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar