Warga Pondok Pinang Laporkan Dugaan Pengeroyokan Usai Protes Petasan
- calendar_month 17 menit yang lalu
- print Cetak

Warga Pondok Pinang, Amanda Andono, melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polda Metro Jaya setelah memprotes suara petasan dan kembang api acara Maulid. (ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Amanda Andono, melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dibuat setelah Amanda mengaku mendapat perlakuan kekerasan saat mendatangi lokasi acara Maulid untuk memprotes suara petasan dan kembang api yang dinilainya terlalu keras.
Laporan dugaan pengeroyokan itu telah diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT Polda Metro Jaya pada Kamis. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Amanda mengatakan peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 4 Oktober 2026. Saat itu, suara petasan dan kembang api dari kegiatan Maulid disebut membuat anaknya yang berkebutuhan khusus terbangun dari tidur.
“Saya melaporkan lebih ke detail acara yang kemarin, bahwa saya datang ke sana karena berisik dengan adanya petasan kembang api yang sebegitu besarnya,” kata Amanda, Kamis (8/10/2026).
Menurut Amanda, suara petasan tersebut berlangsung berulang hingga membuat anaknya panik. Karena itu, ia kemudian mendatangi lokasi acara untuk meminta agar kegiatan yang menimbulkan suara keras tersebut dihentikan.
Namun, setibanya di lokasi, Amanda mengaku justru ditanya sejumlah orang mengenai identitas serta alasan kedatangannya. Ia juga mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan, termasuk diludahi dan diminta meninggalkan lokasi.
“Saya ditahan, diludahin mukanya, disembur mukanya, disuruh pulang. Sampai pada akhirnya saya diserang dengan beberapa orang,” ujarnya.
Situasi kemudian memanas. Amanda mengaku didorong dan ditarik oleh sejumlah orang hingga nyaris terjatuh ke got. Ia juga menyebut pakaian dalam yang dikenakannya putus akibat kejadian tersebut.
Putra Amanda yang menyusul ke lokasi disebut berusaha melindungi ibunya ketika terjadi dugaan penyerangan. Amanda menyebut anak laki-lakinya juga ikut terkena serangan dalam insiden tersebut.
“Setelah ada gestur menyerang saya, dia menahan saya, melindungi saya sehingga dia juga kena serang,” kata Amanda.
Sebelum laporan dibuat, Polres Metro Jakarta Selatan telah memfasilitasi mediasi antara warga dan penyelenggara kegiatan. Mediasi berlangsung di Kantor Kelurahan Pondok Pinang pada Senin, 5 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri lurah, unsur kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Namun, mediasi belum menghasilkan titik temu antara kedua pihak.
Polisi disebut akan kembali memfasilitasi mediasi dengan harapan persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak mengganggu kehidupan bermasyarakat.
Dalam laporan tersebut, Amanda juga telah menyiapkan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan kejadian, termasuk pakaian yang dikenakannya saat peristiwa berlangsung.
Untuk melengkapi proses laporan, Amanda bersama putranya juga akan menjalani visum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Amanda berharap laporan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan hukum. Sementara itu, dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam penanganan kepolisian dan kebenaran atas rangkaian peristiwa maupun pihak-pihak yang terlibat masih menunggu hasil penyelidikan.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar