Breaking News
Trending Tags

Sengketa Aset Yayasan Administrasi Indonesia Memanas, Enam Orang Dikabarkan Jadi Tersangka

  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Kisruh sengketa aset yang menimpa Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) kini memasuki babak baru. Sebanyak enam orang kabarnya telah menyandang status tersangka. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan polisi terkait dana pinjaman ke sejumlah pemodal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa laporan polisi bernomor LP/B/2517/IV/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 17 April 2025 itu menyeret enam nama. Keenam orang tersebut berinisial YD, YP, YN, YS, YR, dan DY.

Pihak YAI Buka Suara

Saat dimintai konfirmasi, pihak YAI mengaku belum menerima informasi resmi mengenai penetapan tersangka tersebut. Mereka bahkan menyatakan belum mengetahui enam nama yang beredar luas di media.

“Kami belum mendapatkan informasi soal itu dari pihak yayasan. Saat ini kami hanya bisa memberikan keterangan bahwa kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kita ikuti saja prosesnya,” ujar Wakil Kepala Biro Humas YAI, Khina Januar saat ditemui di kampus YAI, Senin (12/5/2026).

Kronologi Awal Sengketa Aset YAI

Sengketa tanah dan bangunan YAI ini sebenarnya mulai mencuat ke publik sejak pertengahan 2024. Masalah bermula dari kredit macet di Bank BNI pada tahun 2014. Kondisi tersebut kian parah menyusul kemelut keuangan internal yayasan pada 2016.

Situasi menjadi makin rumit setelah YAI menandatangani kesepakatan pengalihan operasional dengan PT Dutamas Putra Utama (PT D) pada Juni 2024.

Hanya berselang sebulan, Bank BNI justru melelang aset YAI melalui KPKNL. PT Berkat Maratua Indah (PT B) kemudian keluar sebagai pemenang lelang tersebut.

Merasa rugi akibat lelang tersebut, PT D langsung menuntut pengembalian uang muka sebesar Rp10 miliar kepada pengurus yayasan.

Ribuan Mahasiswa Cemas

Konflik yang berlarut-larut ini berdampak langsung pada Universitas Persada YAI. Kampus ini menaungi sekitar 5.000 mahasiswa aktif. Adanya ancaman eksekusi aset kampus membuat para mahasiswa cemas mengenai keberlanjutan kuliah mereka.

Sebelumnya, Ketua Yayasan YAI, Yudi Yulius, sempat membawa kasus ini ke Komisi III DPR RI pada Februari 2025. Ketua Komisi III Habiburokhman saat itu meminta agar pihak terkait menunda eksekusi pengosongan lahan kampus demi menyelamatkan masa depan pendidikan mahasiswa.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya belum memberikan pengumuman resmi terkait penetapan tersangka. Sementara itu, nasib kampus dan ribuan mahasiswa YAI masih berada dalam ketidakpastian. (RN-09)

  • Penulis: Ferdy Ferdy

Reportase Pilihan

  • Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Peradi Bersatu Protes Keras

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang tidak menahan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menuai sorotan. Peradi Bersatu menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan polemik dan berencana melaporkannya ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung. ‎Roy Suryo dan Dokter Tifa merupakan terdakwa dalam perkara dugaan penyerangan kehormatan dan pencemaran […]

  • Kejari Binjai Tahan Suko Hartono, Perantara Kontrak Proyek Fiktif Dinas Ketapangtan

    Kejari Binjai Tahan Suko Hartono, Perantara Kontrak Proyek Fiktif Dinas Ketapangtan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Binjai, ReportaseNews – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai menahan Suko Hartono, kontraktor yang berperan sebagai perantara dalam kasus dugaan korupsi pembuatan kontrak pekerjaan fiktif pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtan) Kota Binjai tahun anggaran 2022-2025. Penahanan ini dilakukan setelah Suko menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus yang melibatkan […]

  • Ilustrasi Praja IPDN. (Foto: Instagram/praja_ipdn)

    Misi Kemanusiaan Praja IPDN di Aceh Berlanjut

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Deli Serdang, ReportaseNews — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan misi kemanusiaan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Pemerintah menyiapkan pemberangkatan Gelombang III untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. ‎Kepastian itu disampaikan Bima usai memimpin apel pelepasan pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten […]

  • PMI Diduga Jadi Korban Penempatan Nonprosedural di Arab Saudi, LBH Somasi PT A.A

    PMI Diduga Jadi Korban Penempatan Nonprosedural di Arab Saudi, LBH Somasi PT A.A

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indonesia diduga menjadi korban penempatan nonprosedural di Arab Saudi. Korban bernama Yeni Yahya binti Yatin mengaku mengalami penderitaan dan kondisi kesehatan yang memburuk setelah bekerja di negara tersebut. Kasus ini kini mendapat pendampingan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Keadilan Bersama atau YLBH-GKB. Lembaga tersebut telah melayangkan […]

  • Bahas Dua Agenda Penting, Bupati Madina Temui Ketua Komisi VIII DPR

    Bahas Dua Agenda Penting, Bupati Madina Temui Ketua Komisi VIII DPR

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menemui Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Pertemuan ini membahas dua agenda utama, yakni optimalisasi konektivitas udara melalui Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Bukitmalintang dan peningkatan fasilitas ibadah di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Gegara Rebutan Penumpang, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Rekan Sendiri

    Gegara Rebutan Penumpang, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Rekan Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Aksi kekerasan brutal mengguncang kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, setelah seorang sopir angkutan kota berinisial P (38) nekat membakar rekannya sendiri, S (52), di dalam kendaraan akibat perselisihan antrean penumpang. Insiden yang terjadi di dekat Kantor Kecamatan Tanah Abang ini mengakibatkan satu unit angkot ludes terbakar dan korban harus dilarikan ke rumah […]

expand_less