Breaking News
Trending Tags

Sengketa Aset Yayasan Administrasi Indonesia Memanas, Enam Orang Dikabarkan Jadi Tersangka

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Kisruh sengketa aset yang menimpa Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) kini memasuki babak baru. Sebanyak enam orang kabarnya telah menyandang status tersangka. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan polisi terkait dana pinjaman ke sejumlah pemodal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa laporan polisi bernomor LP/B/2517/IV/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 17 April 2025 itu menyeret enam nama. Keenam orang tersebut berinisial YD, YP, YN, YS, YR, dan DY.

Pihak YAI Buka Suara

Saat dimintai konfirmasi, pihak YAI mengaku belum menerima informasi resmi mengenai penetapan tersangka tersebut. Mereka bahkan menyatakan belum mengetahui enam nama yang beredar luas di media.

“Kami belum mendapatkan informasi soal itu dari pihak yayasan. Saat ini kami hanya bisa memberikan keterangan bahwa kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kita ikuti saja prosesnya,” ujar Wakil Kepala Biro Humas YAI, Khina Januar saat ditemui di kampus YAI, Senin (12/5/2026).

Kronologi Awal Sengketa Aset YAI

Sengketa tanah dan bangunan YAI ini sebenarnya mulai mencuat ke publik sejak pertengahan 2024. Masalah bermula dari kredit macet di Bank BNI pada tahun 2014. Kondisi tersebut kian parah menyusul kemelut keuangan internal yayasan pada 2016.

Situasi menjadi makin rumit setelah YAI menandatangani kesepakatan pengalihan operasional dengan PT Dutamas Putra Utama (PT D) pada Juni 2024.

Hanya berselang sebulan, Bank BNI justru melelang aset YAI melalui KPKNL. PT Berkat Maratua Indah (PT B) kemudian keluar sebagai pemenang lelang tersebut.

Merasa rugi akibat lelang tersebut, PT D langsung menuntut pengembalian uang muka sebesar Rp10 miliar kepada pengurus yayasan.

Ribuan Mahasiswa Cemas

Konflik yang berlarut-larut ini berdampak langsung pada Universitas Persada YAI. Kampus ini menaungi sekitar 5.000 mahasiswa aktif. Adanya ancaman eksekusi aset kampus membuat para mahasiswa cemas mengenai keberlanjutan kuliah mereka.

Sebelumnya, Ketua Yayasan YAI, Yudi Yulius, sempat membawa kasus ini ke Komisi III DPR RI pada Februari 2025. Ketua Komisi III Habiburokhman saat itu meminta agar pihak terkait menunda eksekusi pengosongan lahan kampus demi menyelamatkan masa depan pendidikan mahasiswa.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya belum memberikan pengumuman resmi terkait penetapan tersangka. Sementara itu, nasib kampus dan ribuan mahasiswa YAI masih berada dalam ketidakpastian. (RN-09)

  • Penulis: Ferdy Ferdy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Target Zero Pengungsi, Pemprov Sumut Rampungkan 1.427 Huntara Sebelum Lebaran

    Target Zero Pengungsi, Pemprov Sumut Rampungkan 1.427 Huntara Sebelum Lebaran

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Medan, ReportaseNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memacu pembangunan infrastruktur bagi warga terdampak bencana demi mengejar target zero pengungsi sebelum Lebaran 2026. Fokus saat ini tertuju pada penyelesaian 1.427 unit Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) agar masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan lebih layak. Asisten […]

  • Direktur RS Permata Madina Pilih Fokus Hadapi Somasi Keluarga Pasien RSH

    Direktur RS Permata Madina Pilih Fokus Hadapi Somasi Keluarga Pasien RSH

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Direktur Rumah Sakit Permata Madina Evan Doni mengaku saat ini fokus menghadapi somasi yang diterima pihaknya. Dia pun meminta diberikan waktu untuk konsentrasi menghadapi somasi tersebut. “Saya kira sudah lengkap dan viral beritanya. Jadi, izinkan kami utk konsentrasi menghadapi somasi yg sudah kami terima,” kata Doni ketika dikonfirmasi pada Selasa (31/3/2026). Doni […]

  • Festival Paralayang dan Trabas di Bukit Watu Kumpul Digelar Awal April 2026

    Festival Paralayang dan Trabas di Bukit Watu Kumpul Digelar Awal April 2026

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – Pemerintah Desa Petahunan menargetkan pemulihan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Festival Paralayang dan Trabas yang akan memacu adrenalin di kawasan wisata Bukit Watu Kumpul pada 4–5 April 2026. Perhelatan olahraga ekstrem itu bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan strategi untuk memberdayakan pelaku UMKM lokal yang sempat terdampak pandemi. Dengan mendatangkan ratusan atlet dan pengunjung, […]

  • Potret anak-anak Palestina, mengantre makanan. (Foto: Anadolu/Mahmoud Issa)

    Serangan ke Iran Perburuk Krisis Kemanusiaan di Gaza

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Gaza, ReportaseNews — Konflik regional yang pecah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, memicu kekhawatiran baru di Jalur Gaza, Palestina. Wilayah yang sudah dilanda perang berkepanjangan kini menghadapi tekanan kemanusiaan yang semakin berat. ‎Ketegangan yang meluas di kawasan Timur Tengah membuat situasi di Gaza semakin kompleks. Israel memperketat pengawasan […]

  • Polda Riau Tangkap Penimbun 3.200 Liter Solar Subsidi untuk Tambang Emas Ilegal

    Polda Riau Tangkap Penimbun 3.200 Liter Solar Subsidi untuk Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Kuansing, ReportaseNews – Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau membongkar praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang digunakan untuk menyokong aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dalam operasi ini, polisi menangkap seorang pria berinisial MI beserta barang bukti 3.200 liter biosolar yang ditimbun secara sistematis. Pengungkapan kasus ini bermula dari […]

  • Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hutabargot Masih Masif

    Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hutabargot Masih Masif

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kilometer 2, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hingga kini masih terus berlangsung secara masif. Meski telah berulang kali memakan korban jiwa akibat tertimbun longsor dan sering dirazia oleh tim gabungan Polres serta TNI, para penambang seolah tidak gentar dan terus […]

expand_less