Breaking News
Trending Tags

Serangan ke Iran Perburuk Krisis Kemanusiaan di Gaza

  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gaza, ReportaseNews — Konflik regional yang pecah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, memicu kekhawatiran baru di Jalur Gaza, Palestina. Wilayah yang sudah dilanda perang berkepanjangan kini menghadapi tekanan kemanusiaan yang semakin berat.

‎Ketegangan yang meluas di kawasan Timur Tengah membuat situasi di Gaza semakin kompleks. Israel memperketat pengawasan di sejumlah perlintasan utama, sehingga menghambat masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.

‎Direktur Euro-Med Human Rights Monitor, Ramy Abdu, mengatakan konflik dengan Iran memberi ruang lebih luas bagi Israel untuk meningkatkan operasi militernya di Gaza.

‎“Perang dengan Iran memberi Israel ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kejahatan di Gaza, sementara situasi kemanusiaan memburuk dengan cepat akibat pembatasan ketat di perlintasan,” kata Abdu, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (10/3/2026).

‎Pada hari pertama pecahnya konflik dengan Iran, Israel menutup seluruh akses masuk ke Jalur Gaza. Penutupan ini menghentikan arus truk bantuan yang membawa kebutuhan pokok serta pasokan penting lainnya.

‎Langkah tersebut juga menghentikan perjalanan pasien dan korban luka yang seharusnya dirujuk ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis. Padahal, ribuan pasien telah lama menunggu kesempatan keluar Gaza setelah sistem kesehatan di wilayah itu rusak akibat perang.

‎Beberapa hari kemudian, Israel membuka sebagian perlintasan Kerem Abu Salem atau Kerem Shalom. Namun pembukaan ini hanya memungkinkan sejumlah kecil truk bantuan masuk.

‎Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan minimal Gaza yang diperkirakan mencapai 600 truk bantuan per hari.

‎Selain itu, pembatasan juga diberlakukan terhadap masuknya bahan bakar serta alat berat yang dibutuhkan untuk membersihkan puing bangunan dan memperbaiki infrastruktur yang hancur akibat serangan.

‎Pakar ekonomi Mohammad Abu Jiyab menilai perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan kemanusiaan di Gaza.

‎“Hal ini menyebabkan kenaikan harga yang tajam dan kelangkaan barang di pasar, serta menurunnya kemampuan organisasi internasional untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan secara memadai kepada penduduk,” ujar Abu Jiyab.

‎Menurutnya, jika kondisi ini terus berlanjut, krisis ekonomi dan sosial di Gaza akan semakin dalam karena pasokan barang menurun sementara warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

‎Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) juga melaporkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok secara drastis.

‎Harga beberapa komoditas dasar, termasuk makanan dan produk kebersihan, dilaporkan melonjak hingga 200 hingga 300 persen.

‎Di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk, serangan militer Israel di sejumlah wilayah Gaza juga masih terus berlangsung meski ada kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober.

‎Sumber medis menyebutkan sedikitnya enam warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangan udara dan tembakan artileri Israel di Kota Gaza serta kamp pengungsi Nuseirat pada Minggu malam hingga Senin dini hari.

Serangan drone Israel di Khan Younis menewaskan ayah dan anak. Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat terus meningkat meski ada gencatan senjata. (Getty Images)

Serangan drone Israel di Khan Younis menewaskan ayah dan anak. Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat terus meningkat meski ada gencatan senjata. (Getty Images)

‎Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sejak gencatan senjata diumumkan, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 648 orang dan melukai hampir 18.000 lainnya.

‎Abdu memperingatkan kondisi kesehatan di Gaza juga semakin memburuk akibat kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan peralatan medis.

‎“Rumah sakit mulai tutup atau hanya beroperasi dengan kapasitas minimal karena kekurangan bahan bakar dan pasokan medis. Pasien semakin sulit mendapatkan perawatan,” ujarnya.

‎Di sisi lain, proses politik yang seharusnya mengatur masa depan pemerintahan Gaza juga mengalami kebuntuan. Komite Nasional Palestina untuk Administrasi Gaza yang dibentuk pada Januari belum dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

‎Komite yang terdiri dari 15 teknokrat itu dirancang untuk mengelola urusan sipil, mengoordinasikan bantuan kemanusiaan, serta memulai proses rekonstruksi wilayah Gaza.

‎Namun, sejumlah hambatan politik dan keamanan membuat rencana tersebut tertunda.

‎Analis politik Ahed Farwana menilai perhatian dunia yang kini tertuju pada konflik dengan Iran membuat tekanan internasional terhadap situasi Gaza melemah.

‎“Militer Israel terus melakukan serangan dan pembatasan terhadap berbagai barang dengan kebijakan penjatahan, termasuk bahan bakar dan gas memasak,” kata Farwana.

‎Ia menilai Israel berupaya mempertahankan kondisi tidak stabil di Gaza dengan berbagai pembatasan militer dan tekanan ekonomi.

‎“Israel tidak menginginkan stabilitas di Gaza. Mereka ingin wilayah itu tetap berada di bawah kendali melalui pembatasan militer dan tekanan ekonomi,” ujarnya. (Al Jazeera/RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Ilustrasi kereta api. (Foto: RN/Tama)

    Tiket Kereta Lebaran Ludes, Tanggal Ini Paling Diburu

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Minat masyarakat menggunakan kereta api pada musim mudik Lebaran 2026 terus meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat periode pra-Lebaran pada 11–20 Maret 2026 menjadi waktu dengan tingkat pemesanan tiket tertinggi. ‎Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan hingga saat ini sebanyak 419.409 tiket telah terjual untuk keberangkatan […]

  • Pemerintah Targetkan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk Masyarakat Hukum Adat

    Pemerintah Targetkan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk Masyarakat Hukum Adat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah menargetkan percepatan penetapan hutan adat seluas 1,4 juta hektare dalam empat tahun kedepan. Langkah ini diawali dengan pemberian akses pengelolaan hutan seluas 366 ribu hektare yang saat ini ditetapkan bagi Masyarakat Hukum Adat (MHA) di seluruh penjuru Indonesia. Kebijakan itu ditegaskan dalam momen penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan […]

  • Polisi bongkar peredaran narkoba di White Rabbit Jakarta Selatan. Ekstasi logo Maybach disita, dua tersangka diamankan, jaringan masih dikembangkan. (Ist)

    Ngeri! Tempat Hiburan Malam di Kawasan Elite di Jaksel Jual Ekstasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Aparat kepolisian berhasil mengungkap praktik peredaran narkotika di sebuah tempat hiburan malam kawasan Jakarta Selatan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti pil ekstasi berlogo ‘Maybach’. ‎Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh tim Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di White Rabbit Gatot Subroto Club and Private […]

  • Menkeu Purbaya mengungkap alasan THR ASN belum sepenuhnya cair. Kendala disebut berasal dari pengajuan kementerian dan lembaga, bukan ketersediaan anggaran pemerintah. (Foto: RN/Budi Tanjung)

    THR ASN Belum Cair, Purbaya Ungkap Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) belum seluruhnya tersalurkan. Ia menegaskan hambatan bukan pada ketersediaan dana, melainkan pada proses administrasi di kementerian dan lembaga. ‎Menurut Purbaya, pencairan dilakukan setelah masing-masing instansi mengajukan dokumen sesuai ketentuan. Jika berkas belum lengkap, pembayaran belum dapat diproses […]

  • Kasus videografer Amsal Christy Sitepu yang dituntut 2 tahun penjara atas dugaan mark up proyek video desa di Kabupaten Karo menuai sorotan. Sejumlah kejanggalan terungkap di persidangan. (Ist)

    Komisi III DPR Pasang Badan Jadi Penjamin Videografer Amsal Sitepu

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta majelis hakim memberikan vonis bebas kepada videografer Amsal Sitepu yang didakwa korupsi senilai Rp202 juta dalam proyek video profil desa. Dalam rapat dengar pendapat umum yang digelar di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin (30/3/2026), seluruh fraksi di Komisi III sepakat untuk pasang badan dengan mengajukan […]

  • Buntut Kontroversi Paspor Asing, Menkeu Blacklist Pasangan Alumni LPDP

    Buntut Kontroversi Paspor Asing, Menkeu Blacklist Pasangan Alumni LPDP

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pasangan suami-istri alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetningtyas dan Arya Iwantoro masuk dalam daftar hitam atau blacklist yang menutup peluang mereka berkarier atau menjalin kerja sama dengan institusi pemerintah pada masa mendatang. Keputusan itu merupakan respons terhadap kegaduhan publik setelah Dwi mengunggah konten yang […]

expand_less