Breaking News
Trending Tags

Menelusuri Jejak Swastika Hitler di Indonesia

  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Kisah keterlibatan Jerman Nazi di Indonesia selama Perang Dunia II (1939–1945) bukan sekadar catatan pinggiran sejarah. Di balik dominasi Jepang sebagai penguasa saat itu, terdapat operasi militer rahasia Jerman melalui armada kapal selam U-boat yang aktif di perairan Nusantara.

‎Kehadiran mereka merupakan bagian dari aliansi militer antara Jerman dan Jepang dalam menghadapi Sekutu. Operasi ini tidak hanya berdampak pada jalannya perang global, tetapi juga meninggalkan jejak historis di Indonesia yang hingga kini masih jarang diketahui publik.

‎Pegiat sejarah Perang Dunia II, Alif Rafik Khan, menilai minimnya literatur membuat peran tersebut nyaris terlupakan.

Seniman swiss terkenal, Theo Meier, mengambil foto pesawat Arado Ar 79 berlogo Nazi swastika dengan beberapa gadis Bali antara tanggal 7-15 Januari 1938. Foto tersebut dimuat dalam buku "Theo Meier: A Swiss Artist Under the Tropics" karya Didier Hamel. (Ist)

Seniman swiss terkenal, Theo Meier, mengambil foto pesawat Arado Ar 79 berlogo Nazi swastika dengan beberapa gadis Bali antara tanggal 7-15 Januari 1938. Foto tersebut dimuat dalam buku “Theo Meier: A Swiss Artist Under the Tropics” karya Didier Hamel. (Ist)

‎”Tercatat 13 kapal laut dan satu pesawat tempur Sekutu menjadi korban serangan kapal selam Jerman,” kata Alif dalam keterangannya seperti dikutip, Sabtu (18/4/2026).

‎Ekspansi U-Boat ke Asia

‎Secara umum, operasi utama U-boat Jerman berlangsung di Atlantik Utara. Namun, kebutuhan strategis memaksa Jerman memperluas jangkauan hingga ke Samudera Hindia dan Asia Tenggara.

‎Alif menjelaskan, keterbatasan teknologi saat itu membuat pengiriman armada jarak jauh menjadi tantangan besar.

‎”Karena itu, pada akhir 1942 Hitler memutuskan membangun basis operasi di Asia,” katanya.

‎Sejak keputusan tersebut, gelombang kapal selam Jerman mulai berdatangan ke kawasan Asia Pasifik. Grup pertama yang dikenal sebagai Gruppe Monsun terdiri dari 11 kapal selam.

‎Wilayah Indonesia menjadi salah satu titik penting operasi. Sabang, Jakarta, dan Penang digunakan sebagai lokasi singgah sekaligus dukungan logistik.

Rombongan atase militer negara-negara sahabat Jepang di Tokyo dalam acara kunjungan ke Bandung, tanggal 25 Maret 1942. (Foto: ReportaseNews/HO-Alif Rafik Khan)

Rombongan atase militer negara-negara sahabat Jepang di Tokyo dalam acara kunjungan ke Bandung, tanggal 25 Maret 1942. (Foto: ReportaseNews/HO-Alif Rafik Khan)

‎Peta Operasi di Perairan Indonesia

‎Penempatan armada U-boat dilakukan secara strategis untuk mengamankan jalur laut penting dan menyerang kapal Sekutu.

‎Beberapa posisi operasi utama antara lain: Teluk Benggala; mengamankan jalur masuk Selat Malaka, perairan utara Jawa: dijaga kapal U-168 dan U-183, Laut selatan Jawa: diawasi U-196, Kawasan timur Indonesia: ditempati U-537

‎Selain itu, kapal seperti U-195 dan U-219 turut mendukung operasi tempur dan logistik.

‎Namun, misi ini berisiko tinggi. Dari total 41 kapal selam yang beroperasi di kawasan ini, hanya dua yang berhasil kembali ke Jerman.

Dari Kapal Tempur ke Kapal Logistik

‎Seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku perang, Jerman mulai mengubah fungsi kapal selamnya. Sejumlah U-boat dimodifikasi menjadi kapal angkut untuk mengirim komoditas penting dari Asia ke Eropa.

‎Bahan seperti karet, timah, molybdenum, dan kina menjadi target utama. Saat itu, sebagian besar kebutuhan kina dunia berasal dari perkebunan di Jawa dan Sumatera.

‎Pengiriman dilakukan secara rahasia karena jalur laut dikuasai Sekutu. Bahkan hingga menjelang kekalahan Jerman pada 1945, misi pengangkutan ini masih berlangsung.

‎Namun, tidak semua perjalanan berakhir sukses. Sejumlah kapal selam yang membawa muatan strategis dilaporkan hilang di laut tanpa jejak.

Jejak Personel Jerman di Indonesia

‎Menjelang akhir perang, sekitar 250 tentara Jerman berada di Indonesia. Situasi menjadi kompleks setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945 dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Situs makam tentara Jerman di Megamendung, Bogor. (Foto: ReportaseNews/Tama)

Situs makam tentara Jerman di Megamendung, Bogor. (Foto: ReportaseNews/Tama)

‎Dalam periode tersebut, delapan tentara Jerman dilaporkan tewas. Sebagian akibat penyakit, sementara lainnya menjadi korban kekerasan akibat kesalahpahaman.

‎Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka, menjelaskan situasi saat itu.

‎”Kendati terjadi salah sasaran karena disangka orang Belanda, kemudian diketahui bahwa mereka adalah orang Jerman,” kata Zahorka.

‎Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut akhirnya mereda.

‎”Hal itu kemudian membentuk hubungan yang lebih bersifat persaudaraan,” ujarnya.

‎Arca Domas: Saksi Bisu Sejarah

‎Jejak paling nyata keberadaan Jerman di Indonesia dapat ditemukan di kawasan Arca Domas, Desa Sukaresmi, Megamendung, Bogor. Di lokasi ini terdapat kompleks makam sepuluh tentara Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine).

‎Beberapa nama yang dimakamkan antara lain Komandan U-195 Friederich Steinfeld dan awaknya, Dr Heinz Haake. Lainnya adalah pelaut Jerman, Willi Petschow, W. Martens, Wilhelm Jens, Hermann Tangermann, Willi Schlummer, Schiffszimmermann (tukang kayu kapal laut) Eduard Onnen. Dua nisan terpisah adalah makam tentara tidak dikenal (Unbekannt).

‎Makam ini berada di area sekitar 300 meter persegi dan ditandai dengan nisan berbentuk salib besi berwarna putih. Lokasinya tersembunyi di lereng Gunung Pangrango dan dikelilingi pepohonan rindang.

‎Akses menuju lokasi cukup sulit, harus melewati jalan sempit dan berbatu di kawasan perkebunan.

‎Sebelum Perang Dunia II, kawasan Arca Domas telah memiliki kaitan dengan Jerman. Tanah tempat dibangunnya makam tentara Jerman ini mulanya adalah milik dua orang Jerman bersaudara, yaitu Emil dan Theodor Hellferich.

‎Mereka membeli tanah seluas 900 hektare di situ dan kemudian dan membangun pabrik dengan keuntungan dari perkebunan teh. Pabrik teh yang dibangun di sini dilengkapi dengan kabel pengangkut untuk membawa daun teh dari perkebunan ke pabrik.

‎Pada 1926, mereka membangun monumen untuk mengenang armada Jerman dalam Perang Dunia I. Monumen itu dilengkapi simbol budaya lokal seperti arca Buddha dan Ganesha sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi setempat.

‎Meski memiliki nilai sejarah internasional, keberadaan makam tentara Jerman di Bogor masih kurang dikenal masyarakat. Padahal, situs ini menjadi bukti bahwa Indonesia pernah menjadi bagian dari arena operasi militer global.

‎Kisah U-boat Jerman di Indonesia memperlihatkan bahwa Perang Dunia II tidak hanya terjadi di Eropa atau Pasifik, tetapi juga menyentuh langsung wilayah Nusantara dengan berbagai dinamika yang kompleks dan jarang terungkap. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Bebas dari Tahanan Israel, 9 Relawan WNI Tiba di Istanbul dan Siap Seret Zionis ke ICC

    Bebas dari Tahanan Israel, 9 Relawan WNI Tiba di Istanbul dan Siap Seret Zionis ke ICC

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Gaza yang ditangkap dan ditahan secara ilegal oleh tentara Israel telah dibebaskan dan tiba di Istanbul, Turki pada Kamis, 21 Mei 2026. Mengenakan pakaian berwarna biru muda dan berkalungkan sorban khas Gaza, para relawan dan aktivis Global Sumud Flotilla turun dari tangga pesawat Turkish Airlines yang […]

  • Bareskrim Polri menangkap bandar narkoba Abdul Hamid alias Boy di Pontianak. Ia diduga menyetor Rp1,8 miliar kepada eks pejabat Polres Bima Kota. (Foto: RN/Tama)

    Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Penyetor Rp1,8 M ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta ReportaseNews — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap bandar narkoba Abdul Hamid alias Boy yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia diduga menyetorkan uang hasil peredaran narkotika kepada mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro. ‎Penangkapan dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul […]

  • Polsek Kalideres menangkap pelaku pencurian motor Honda Scoopy di Tegal Alur, Jakarta Barat. Satu pelaku lain masih buron usai membawa hasil curian. (Ist)

    Terekam CCTV Saat Curi Motor, Pelaku Curanmor Kalideres Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polsek Kalideres mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pelaku berinisial AKA alias M (23), sementara satu pelaku lain berinisial Y alias B masih diburu. ‎Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan, kasus pencurian motor di Kalideres itu terungkap setelah […]

  • Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran 1.477 butir obat keras di Pancoran, Jakarta Selatan. Seorang pria ditangkap beserta barang bukti. (Ist)

    Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 1.477 Obat Keras di Jaksel

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ribuan obat keras tanpa izin di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial A (29) yang diduga hendak mengedarkan psikotropika daftar G. ‎Penangkapan dilakukan pada Minggu sore di sebuah toko di wilayah Kalibata, Kecamatan Pancoran. Kasus ini terungkap setelah […]

  • Bareskrim Polri membongkar judi online jaringan internasional di Jakarta Barat dan menangkap 321 WNA dari tujuh negara. Polisi juga menyita puluhan domain judi online. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polri)

    321 WNA Ditangkap, Judi Online Internasional Dibongkar di Hayam Wuruk

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Bareskrim Polri mengungkap praktik judi online jaringan internasional yang beroperasi di kawasan Jakarta Barat. Dalam operasi penindakan yang digelar Sabtu (9/5/2026), polisi mengamankan 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian daring lintas negara. ‎Pengungkapan kasus ini disebut menjadi bagian dari langkah penegakan hukum terhadap kejahatan siber internasional yang […]

  • Ledakan SPBE di Bekasi merusak 19 rumah dan 13 kendaraan. Sebanyak 17 warga mengalami luka bakar, sementara BPBD masih menyelidiki sumber ledakan. (Foto: Tangkapan Layar)

    Ledakan SPBE Bekasi, 19 Rumah Rusak 17 Terluka

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Bekasi, ReportaseNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bekasi memperbarui data kerusakan akibat ledakan yang disertai kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan PU, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi. Dampak insiden tersebut tidak hanya mengenai rumah warga, tetapi juga kios dan sejumlah lapak usaha di sekitar lokasi. ‎BPBD mencatat total 19 rumah mengalami kerusakan. […]

expand_less