Mensesneg Ungkap Alasan Pencopotan Dadan dari Jabatan Kepala BGN
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Dadan Hindayana. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengangkat Nanik S. Deyang sebagai penggantinya setelah adanya hasil evaluasi kinerja.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap keputusan mencopot Dadan sebagai kepala BGN tersebut diambil menyusul monitoring dan evaluasi ketat terhadap kinerja lembaga selama sekitar 1,5 tahun terakhir.
Menurut Prasetyo, pemberhentian ini didasari sejumlah pelanggaran yang ditemukan dalam operasional lembaga tersebut. Pihak istana menyoroti masalah kepatuhan terhadap prosedur standar yang berdampak pada kualitas program pangan nasional.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam 1,5 tahun ini,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/6/2026).
Selain Dadan Hindayana, perombakan juga menyasar posisi strategis lainnya. Presiden Prabowo juga mencopot Lodewijk dan Sonny Sanjaya dari jabatan wakil kepala BGN. Untuk mengisi kekosongan itu, Presiden mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala BGN yang baru.
Pemerintah berharap jajaran pimpinan baru dapat segera melakukan pembenahan dan memperkuat sinergi di berbagai tingkatan wilayah. Hubungan kerja sama yang solid dibutuhkan agar program pemenuhan gizi masyarakat dapat terealisasi secara optimal.
“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” terang Prasetyo. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar