Breaking News
Trending Tags

Ibu Pekerja Migran Pulang dari Taiwan, Tangis Anak SMK di Brebes Pecah di Panggung Kelulusan

  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Brebes, ReportaseNews – Suasana pelepasan siswa di SMK Ma’arif NU Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berubah penuh haru ketika seorang siswa tak kuasa menahan tangis saat bertemu kembali dengan ibunya yang baru pulang dari Taiwan setelah tiga tahun bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

‎Momen emosional itu terjadi saat Wili Okta Salindra, siswa jurusan Teknik Sepeda Motor, tengah mengikuti prosesi pelepasan sekolah. Tanpa diduga, sang ibu, Rohanita, muncul di tengah acara dan langsung memeluk anaknya.

‎Tangis keduanya pecah di hadapan para siswa, guru, dan wali murid yang hadir. Sejumlah tamu bahkan ikut terharu menyaksikan pertemuan ibu dan anak tersebut setelah lama terpisah jarak dan waktu.

‎Rohanita mengaku sengaja merahasiakan kepulangannya dari Taiwan agar dapat memberi kejutan kepada sang anak di hari kelulusannya.

‎“Saya sangat terharu. Bukan cuma sebulan atau satu tahun belum ketemu anak saya, tapi lebih dari tiga tahun. Saya pergi karena harus berjuang sendiri buat sekolah anak saya,” ujar Rohanita sambil menangis, Senin (11/5/2026).

‎Perempuan asal Desa Telaga, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas itu mengatakan dirinya harus meninggalkan anak semata wayangnya demi mencari nafkah. Sebagai orang tua tunggal, ia memilih bekerja di luar negeri agar kebutuhan pendidikan anaknya tetap terpenuhi.

‎Selama bekerja di Taiwan, Rohanita mengaku menahan rindu karena melewatkan banyak momen penting bersama anaknya. Ia bahkan tidak pernah merasakan rutinitas sederhana seperti menyiapkan sarapan atau mengantar anak ke sekolah.

‎Dalam suasana penuh emosi itu, Rohanita juga terlihat memeluk ibundanya dan bersimpuh sebagai bentuk rasa terima kasih karena telah membantu merawat Wili selama dirinya bekerja di luar negeri.

‎Sementara itu, Wili mengaku bahagia karena sang ibu akhirnya bisa hadir langsung di momen penting dalam hidupnya.

‎“Saya senang banget ibu bisa hadir langsung di acara pelepasan ini. Terima kasih sudah berjuang dan pulang untuk saya,” kata Wili.

‎Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan, Mardiyanto, menilai perjuangan orang tua yang rela bekerja jauh demi pendidikan anak merupakan pengorbanan luar biasa.

‎“Menurut saya luar biasa sekali seorang ibu sampai meninggalkan anaknya demi mencari nafkah ke luar negeri untuk membiayai sekolah anaknya,” ujar Mardiyanto.

‎Pihak sekolah berharap kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para siswa agar lebih menghargai perjuangan orang tua dalam memperjuangkan masa depan anak-anak mereka. (Kus)

‎

  • Penulis: Kusworo
  • Editor: Ullifna Tamama

Reportase Pilihan

  • Stasiun Yogyakarta. (Foto: RN/Tama)

    Tiket KA Lebaran Daop 6 Yogyakarta Sudah Terjual 58 Persen

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Yogyakarta, ReportaseNews – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk masa Angkutan Lebaran 2026 telah melampaui setengah dari total kapasitas yang disediakan. ‎Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta menyediakan kapasitas sebanyak 525.350 tempat […]

  • Kasus sabu dan ekstasi di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang memicu evaluasi internal. Menteri Imipas Agus Andrianto tegaskan pengusutan hingga ke akar jaringan narkoba. (Ist)

    Sabu dan Ekstasi di Lapas Tangerang, Menteri Imipas Murka

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pengungkapan kasus sabu dan ekstasi di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang menuai reaksi tegas dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Ia memastikan penanganan perkara tidak berhenti pada pelaku yang telah diamankan. ‎Menurut Agus, kasus tersebut harus dibongkar hingga ke jaringan yang lebih luas, sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh di lingkungan pemasyarakatan. […]

  • Hasil ekshumasi mengungkap Sutrimo meninggal akibat penyakit jantung iskemik. Tim forensik juga menjelaskan penyebab munculnya busa putih dari mulut korban. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Bukan karena Tindak Pidana, Ini Penyebab Kematian Sutrimo

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Hasil ekshumasi tim dokter forensik mengungkap penyebab kematian Sutrimo, pria yang disebut pernah bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Sutrimo dinyatakan meninggal akibat penyakit jantung iskemik. Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim dokter forensik melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo. “Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo karena penyakit jantung […]

  • Harga LPG Melonjak, Dapur Rakyat Kembali Berasap

    Harga LPG Melonjak, Dapur Rakyat Kembali Berasap

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – Kenaikan harga LPG 12 kilogram tak sekadar angka dalam kebijakan energi. Di baliknya, ada dapur-dapur rakyat yang kembali mengepul, memaksa sebagian warga beradaptasi dengan cara lama demi bertahan hidup. Di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, fenomena ini mulai nyata terasa – warga beralih ke kayu bakar untuk menekan biaya produksi, terutama pelaku usaha […]

  • Kenangan Titi DJ untuk Vidi Aldiano: Sosok yang Selalu Membawa Kebahagiaan

    Kenangan Titi DJ untuk Vidi Aldiano: Sosok yang Selalu Membawa Kebahagiaan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Suasana haru masih terasa di pusara penyanyi Vidi Aldiano yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Sejumlah sahabat dan rekan sesama musisi datang untuk berziarah, termasuk diva pop Indonesia Titi DJ yang mengenang sosok Vidi sebagai pribadi yang selalu membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya. Bagi Titi DJ, almarhum Vidi Aldiano bukan sekadar […]

  • Pemerintah Targetkan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk Masyarakat Hukum Adat

    Pemerintah Targetkan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk Masyarakat Hukum Adat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah menargetkan percepatan penetapan hutan adat seluas 1,4 juta hektare dalam empat tahun kedepan. Langkah ini diawali dengan pemberian akses pengelolaan hutan seluas 366 ribu hektare yang saat ini ditetapkan bagi Masyarakat Hukum Adat (MHA) di seluruh penjuru Indonesia. Kebijakan itu ditegaskan dalam momen penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan […]

expand_less