Cerita Mudik di Bus ALS Dipenuhi Asap Rokok, Balita Sesak Napas
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi bus ALS. (Foto: Wikipedia/Mujiono M)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Perjalanan mudik Lebaran kerap menyisakan cerita beragam. Selain kemacetan panjang, pengalaman tidak menyenangkan juga dialami seorang ibu yang bepergian menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
Curhatan tersebut viral setelah diunggah melalui akun Instagram @nurohmahkd pada Rabu (25/3/2026). Video yang beredar memperlihatkan kondisi di dalam bus ber-AC yang dipenuhi asap rokok. Sejumlah penumpang, termasuk sopir, terlihat merokok meski ruang kabin tertutup.
Akibat kondisi tersebut, anak balita milik ibu tersebut mengalami sesak napas hingga muntah. Sang ibu mengaku kecewa karena perjalanan yang diharapkan nyaman justru membahayakan kesehatan anaknya.
Dalam video, ia menyampaikan keluhannya secara langsung.
”Bus AC, merokok, suara speaker nggak jelas, macet. Bayangin perjuangan anakku untuk datang ke rumah emaknya. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Astagfirullah, mohon doanya ya, ya Allah sedih, kesal, marah,” ujarnya, dikutip Sabtu (4/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa niat awal memilih bus ber-AC adalah demi kenyamanan anaknya. Namun, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik.
”Niat hati pesan tiket bus ber-AC dari PO ALS biar anak nyaman, realitanya malah bikin emosi tingkat dewa,” katanya.
Menurutnya, saat mencoba menegur, respons yang diterima tidak sesuai harapan. Ia mengaku justru disudutkan penumpang lain.
”Pas saya negur, malah dibilang sopir mana kuat kalau nggak ngerokok,” ungkapnya.
Tak hanya asap rokok, ibu tersebut juga menyoroti kondisi pengeras suara atau speaker bus yang rusak tetapi tetap diputar dengan suara keras. Situasi itu memperparah ketidaknyamanan selama perjalanan.
Meski anaknya telah menggunakan masker ganda, balita tersebut tetap mengalami mual dan muntah. Ia pun mengaku telah mengajukan keluhan kepada pihak perusahaan otobus melalui berbagai saluran, namun belum mendapatkan tanggapan.
”Saya sudah komplain ke pihak PO lewat berbagai cara, tapi belum ada tanggapan sama sekali,” tuturnya.
Video tersebut memicu reaksi warganet yang menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan larangan merokok di dalam kendaraan umum, khususnya bus berpendingin udara, demi keselamatan dan kesehatan penumpang lainnya. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar