Idap ISPA Saat Padamkan Karhutla, Polisi Ini Simpan Cuti demi Wisuda Anak
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Iptu M. Agus Setiawan, anggota Polresta Palangkaraya, tetap membantu memadamkan karhutla meski terserang ISPA. Ia menyimpan waktu istirahat demi menghadiri wisuda anaknya. (Instagram/jadmikoz)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palangkaraya, ReportaseNews – Di tengah kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Iptu M. Agus Setiawan tetap menjalankan tugas membantu memadamkan api meski kondisi kesehatannya terganggu. Anggota Polresta Palangkaraya itu bahkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga kehilangan suara.
Dari unggahan di akun Instagram dengan nama akun @jadmikoz seperti dikutip, Sabtu (17/10/2026). Agus yang menjabat sebagai Kanit Patroli Samapta Polresta Palangkaraya berada di lapangan untuk membantu mengendalikan kebakaran yang mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Namun, paparan asap selama bertugas turut berdampak pada kondisi kesehatannya.
Di tengah kondisi tersebut, Agus menghadapi pilihan sulit antara memulihkan kesehatan dan melanjutkan pengabdian. Dokter telah menganjurkannya untuk beristirahat total, tetapi ia masih berupaya menjalankan tugasnya di lapangan.
Di balik keteguhannya, terdapat alasan personal yang membuat kisah Agus menjadi sorotan. Ia ingin menyimpan waktu cuti dan istirahatnya agar dapat menghadiri wisuda sang anak.
Keinginan tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan seorang anggota kepolisian. Di satu sisi, Agus mengemban tanggung jawab untuk membantu melindungi masyarakat dari ancaman karhutla. Di sisi lain, ia juga seorang ayah yang ingin hadir menyaksikan pencapaian penting anaknya.
Kisah Agus menggambarkan beratnya tantangan yang dihadapi petugas dalam penanganan karhutla. Mereka tidak hanya berhadapan dengan kobaran api, tetapi juga asap yang dapat mengganggu kesehatan, terutama ketika aktivitas pemadaman berlangsung di kawasan terdampak.
Asap karhutla mengandung partikel dan polutan yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan tersebut berisiko memicu gangguan pernapasan, memperburuk penyakit yang sudah ada, serta membahayakan kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia.
Karena itu, perlindungan kesehatan petugas menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, pemantauan kondisi kesehatan, serta waktu pemulihan yang memadai diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas dengan aman.
Dedikasi Agus menjadi gambaran pengabdian petugas di tengah ancaman karhutla. Namun, pengabdian tersebut juga mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan personel harus tetap menjadi prioritas, sehingga tugas kemanusiaan dapat dijalankan tanpa mengabaikan risiko terhadap diri sendiri.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar