Green SM Disorot Usai Tabrakan KA Bekasi Timur, Tak Ada Maaf dan Belasungkawa
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Green SM jadi sorotan usai kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur. Korban tewas 14 orang, publik kritik pernyataan resmi yang dinilai minim empati. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur memicu perhatian luas publik. Nama taksi daring atau online Green SM ikut terseret dalam perbincangan setelah diduga terkait dengan awal insiden tersebut.
Sorotan terhadap Green SM mencuat usai pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @id.greensm . Dalam pernyataan itu, perusahaan tidak menyampaikan permintaan maaf maupun ucapan belasungkawa, sehingga menuai kritik dari masyarakat.
Berdasarkan keterangan korban selamat yang beredar, sebuah kendaraan taksi online Green SM disebut berada di lokasi dan terlibat dalam rangkaian kejadian sebelum tabrakan kereta terjadi.
Dalam klarifikasi resminya, Green SM hanya menekankan aspek keselamatan kendaraan dan mitra pengemudi.

Pernyataan resmi pihak taksi Green SM, terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (Ist)
”Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” tulis pihak perusahaan, Selasa (28/4/2026).
Mereka juga memastikan tidak ada penumpang di dalam kendaraan saat kejadian berlangsung.
”Pada kejadian ini tidak terdapat penumpang di dalam, kendaraan dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski demikian, respons tersebut dinilai sebagian warganet tidak menunjukkan empati terhadap korban kecelakaan. Kritik semakin menguat setelah kolom komentar pada unggahan tersebut diketahui ditutup.
Sementara itu, jumlah korban dalam kecelakaan tersebut terus bertambah. Hingga Selasa pagi, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 14 orang, sedangkan korban luka sebanyak 84 orang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
”Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Bobby.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk terkait keselamatan di perlintasan sebidang serta tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar