Breaking News
Trending Tags

Buron Interpol Angelo Pandeli Diciduk di Toilet Jet Pribadi

  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Buronan Interpol asal Australia, Angelo Pandeli, ditangkap tim gabungan Bareskrim Polri dan Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, saat hendak meninggalkan Indonesia menggunakan jet pribadi.

‎Penangkapan dilakukan setelah sistem keimigrasian mendeteksi identitas mencurigakan dalam manifes penerbangan jet pribadi CAPA Jet nomor N917CJ yang dijadwalkan terbang dari Denpasar menuju Mozambik.

‎Petugas kemudian menunda keberangkatan pesawat dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap awak maupun penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.

‎Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tiga awak pesawat dan empat penumpang warga negara asing. Salah satu penumpang diketahui bersembunyi di dalam toilet pesawat saat pemeriksaan berlangsung.

‎Pemeriksaan dokumen menunjukkan tidak ada masalah pada tiga penumpang lainnya. Namun, petugas menemukan kejanggalan pada dokumen perjalanan seorang penumpang yang menggunakan identitas George Anderson Mota Correia.

‎Setelah dilakukan pendalaman dan pencocokan data internasional, identitas tersebut terungkap sebagai Angelo Pandeli, warga negara Australia yang masuk dalam daftar pencarian aparat penegak hukum internasional.

‎Kanit 3 Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kompol Drago, mengatakan penangkapan dilakukan berkat kerja sama lintas instansi dan pertukaran informasi dengan aparat penegak hukum internasional.

‎“Tim Subdit 4 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgas Anestesi, bersama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, telah berhasil mengamankan seorang warga negara asing berinisial AP yang diduga merupakan target pencarian aparat penegak hukum internasional terkait dugaan tindak pidana narkotika lintas negara,” kata Drago dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

‎Menurut dia, operasi penangkapan diawali dari hasil koordinasi dan pertukaran informasi dengan mitra penegak hukum internasional yang kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan keimigrasian di Bandara Ngurah Rai.

‎“Penindakan dilakukan berdasarkan hasil pertukaran informasi dan kerja sama internasional, serta diawali dari pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali,” ujarnya.

‎Dalam pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan dugaan penggunaan dokumen perjalanan yang tidak sesuai dengan identitas asli dan diduga merupakan dokumen palsu.

‎“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dugaan penggunaan dokumen perjalanan yang tidak sesuai dengan identitas sebenarnya dan diduga palsu. Saat ini, yang bersangkutan telah dilakukan deportasi ke negara asalnya, Australia,” ucap Drago.

‎Polri juga terus berkoordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk mendalami dugaan keterlibatan Angelo Pandeli dalam jaringan kejahatan internasional, khususnya peredaran narkotika lintas negara.

‎“Polri juga terus berkoordinasi dengan otoritas penegak hukum negara Australia, dalam hal ini adalah Australian Federal Police, untuk mendalami keterlibatan yang bersangkutan dalam jaringan kejahatan internasional,” tutur dia.

‎Angelo Pandeli diketahui merupakan warga negara Australia yang disebut memiliki hubungan dengan geng motor Hells Angels. Ia juga masuk dalam daftar buronan yang dicari oleh AFP dan Drug Enforcement Administration (DEA) terkait dugaan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar.

‎Sebelum terlacak di Bali, Pandeli dilaporkan terakhir kali berada di wilayah Manly, Australia. Berdasarkan informasi Interpol, ia diduga berupaya melarikan diri ke kawasan Asia Tenggara dengan menggunakan paspor Venezuela maupun St Kitts and Nevis yang diperoleh secara ilegal.

‎Setelah proses koordinasi dengan AFP selesai dilakukan, Angelo Pandeli dideportasi ke Australia untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di negara asalnya. (RN-07)

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Pelaku perampokan minimarket di Bekasi Selatan berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah beraksi. Polisi mengungkap benda yang digunakan pelaku untuk mengancam korban ternyata hanya korek api berbentuk pistol. (Tangkapan Layar)

    Perampok Minimarket di Bekasi Dibekuk, Pistolnya Ternyata Korek Api

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Tim Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pelaku perampokan minimarket di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. ‎Pelaku berinisial ARM diringkus di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, setelah polisi melakukan penyelidikan intensif berdasarkan hasil olah tempat kejadian […]

  • Jawab Kritik Aktivis Lingkungan, Ketua DPRD Madina Bantah Dukung Tambang Ilegal

    Jawab Kritik Aktivis Lingkungan, Ketua DPRD Madina Bantah Dukung Tambang Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews— Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) H. Erwin Efendi Lubis mengklarifikasi pernyataan Direktur Eksekutif Madina Green Institute Ridwandi Nasution yang menuding dirinya mendukung aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Erwin secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan dirinya sama sekali tidak pernah mendukung tindakan ilegal, melainkan tengah menyoroti asas manfaat pertambangan bagi perekonomian masyarakat […]

  • Langkah Persuasif Polres Flotim Didukung Kades dan Tokoh Masyarakat di Adonara

    Langkah Persuasif Polres Flotim Didukung Kades dan Tokoh Masyarakat di Adonara

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Larantuka, ReportaseNews – Pendekatan persuasif dan humanis pasca terjadinya konflik sosial di Adonara, Kabupaten Flores Timur oleh aparat Polres Flores Timur didukung oleh kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Melalui pendekatan tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya konlik susulan antara warga yang nengakibatkan 50 rumah dibakar massa pada tanggal 6 Maret, 9 Mei dan 10 Mei […]

  • OPM Klaim Rampas Senjata Api SS1 TNI di Tolikara

    OPM Klaim Rampas Senjata Api SS1 TNI di Tolikara

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Madiun, ReportaseNews – Sayap militer OPM, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengklaim berhasil merampas sepucuk senjata api milik anggota TNI di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (04/03/2026). Senjata yang dikatakan hasil rampasan itu jenis laras panjang SS1 berikut sejumlah amunisinya. Senapan serbu popor lipat berjarak tembak efektif 400 meter itu buatan PT. Pindad. Juru […]

  • Bareskrim Polri menangkap Bayu Wicaksono alias Ncek, buronan dan napi yang kabur dari Lapas Sukadana. Ia diduga tetap mengendalikan jaringan sabu lintas negara. (Istimewa)

    Buronan Narkoba Lintas Negara Ditangkap di 3 Perbatasan Negara

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Bayu Wicaksono alias Ncek, seorang daftar pencarian orang (DPO) yang diduga mengendalikan peredaran methamphetamine atau sabu-sabu lintas negara. Bayu sebelumnya merupakan narapidana yang melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, pada 21 April 2024. Bayu diamankan di wilayah Tachileik, kawasan perbatasan Myanmar, Thailand, […]

  • Razia PETI di Madina Ecek-ecek, Kapolri Didesak Tangkap Mafia Tambang

    Razia PETI di Madina Ecek-ecek, Kapolri Didesak Tangkap Mafia Tambang

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menertibkan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (2/7/2026). Namun, public menilai operasi itu hanya formalitas, sehingga memicu desakan agar Kapolri menangkap aktor intelektualnya. Alih-alih memberikan efek jera, operasi yang hanya menyita satu unit ekskavator itu justru […]

expand_less