322 Peserta Didik Polri Dikerahkan, Strategi Karhutla Bakal Dievaluasi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- print Cetak

Polri mengerahkan 322 peserta didik ke enam Polda untuk mengevaluasi strategi pencegahan Karhutla dan menyusun konsep operasi menghadapi kebakaran hutan. (Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polri mengerahkan 322 peserta didik Sespimti, Sespimmen, dan SPPK ke enam wilayah kepolisian daerah untuk mengevaluasi strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Pengerahan tersebut menjadi bagian dari Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua. Para peserta didik diberangkatkan usai mengikuti pembekalan dan apel di Gedung Bhadawa Lantai 2 STIK-PTIK, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Mereka akan menjalankan tugas selama 10 hari melalui program Kuliah Kerja Dalam Negeri atau KKDN serta praktik kerja lapangan. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, para peserta didik ditugaskan mengidentifikasi persoalan Karhutla secara langsung di wilayah penempatan.
Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Panca Putra S. mengatakan, keterlibatan peserta didik diarahkan untuk menghasilkan evaluasi yang dapat memperbaiki strategi pencegahan Karhutla.
“Karena mereka sudah menduduki pada eselon manajerial tingkat puncak, Sespimti, menengah untuk Sespimmen, dan SPPK, kita harapkan tidak hanya sekadar melakukan edukasi, tapi melakukan evaluasi dan mempelajari apa permasalahan-permasalahan yang dihadapi di masing-masing wilayah sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Panca di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Menurut Panca, evaluasi lapangan diperlukan untuk mengetahui efektivitas strategi manajemen operasi yang selama ini diterapkan. Temuan dari masing-masing wilayah nantinya dapat disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan daerah.
“Mereka nanti akan melakukan evaluasi bagaimana upaya dalam strategi manajemen operasi terkait dengan upaya pencegahan kebakaran hutan ini melalui pendekatan operasi,” katanya.
Hasil penugasan juga akan diarahkan untuk menyusun konsep operasi dan prosedur penanganan Karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Polri menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang.
“Mereka ke depan diharapkan nanti di lapangan bisa menyusun sebuah konsep operasi, khususnya dalam rangka mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang kemungkinan nanti mereka akan hadapi di lapangan,” ujar Panca.
Dari total 322 personel yang diterjunkan, sebanyak 64 merupakan peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK, serta 22 pendamping. Seluruhnya akan ditempatkan di enam Polda dengan pembagian tugas yang menyesuaikan kondisi wilayah.
Setelah penugasan selesai, para peserta didik akan menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi kepada Polri. Masukan tersebut juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kelak setelah nanti mereka kembali, mereka akan memberikan masukan secara intensif dari pendekatan keilmuan dan pendekatan konsep operasi yang diharapkan nanti menjadi masukan kita juga, baik ke Polri maupun kepada pemerintah daerah dan pusat,” jelas Panca.
Sementara itu, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie mengatakan, Satgas Edukasi Karhutla juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dalam penanganan Karhutla, Polri menerapkan Operasi Amanusa II yang dikhususkan untuk penanganan bencana alam. Operasi tersebut sebelumnya telah diterapkan oleh sejumlah Polda, baik secara kewilayahan maupun terpusat.
“Dalam komposisi penanganan Karhutla, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberlakukan dengan Operasi Amanusa II. Operasi Amanusa II ini dikhususkan kepada penanganan bencana alam. Karhutla ini kan termasuk juga bencana alam,” ujar Roycke.
Polri juga membuka kemungkinan memperkuat penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat apabila eskalasi Karhutla meningkat. Penggelaran tersebut akan melibatkan seluruh satuan fungsi kepolisian.
“Ketika melihat eskalasi yang ada maka sesuai perintah Bapak Kapolri, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi yang ada di Kepolisian,” tegasnya.
Melalui Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua, Polri menempatkan evaluasi lapangan sebagai bagian penting dalam pencegahan. Data dan temuan dari enam wilayah diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki konsep operasi, manajemen penanganan, serta kesiapsiagaan menghadapi Karhutla berikutnya.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar