BPM Kalbar Bagikan 22 Ribu Masker Saat Kabut Asap
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Barisan Pemuda Melayu Kalimantan Barat membagikan sekitar 22 ribu masker kepada warga Pontianak sebagai bentuk kepedulian di tengah kabut asap akibat karhutla. (Adi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianak, ReportaseNews — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mendorong sejumlah elemen masyarakat mengambil langkah perlindungan bagi warga. Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat membagikan sekitar 22 ribu masker kepada masyarakat di Kota Pontianak.
Ketua Umum BPM Kalbar Gusti Edy mengatakan pembagian masker dilakukan bersama jajaran pengurus BPM serta sejumlah pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut.
“Hari ini, Kamis, bersama teman-teman pengurus Barisan Pemuda Melayu, baik sayap satgas, dewan pembina, dewan penasihat, dewan pakar maupun dewan kehormatan,” ujar Gusti Edy, Jumat (4/9/2026).
Menurut Gusti, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur kesehatan dan sejumlah elemen lainnya di Kalimantan Barat. Masker dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
“Sore ini juga membagikan kurang lebih 22 ribu masker yang kami bagikan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat,” katanya.
Gusti menilai perlindungan terhadap masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika kualitas udara terdampak kabut asap. Terlebih, masih terdapat warga yang harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus BPM dan pihak-pihak yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan pembagian masker.
“Terima kasih atas support pengurus Barisan Pemuda Melayu maupun yang mendukung kami yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu,” ujarnya.
Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan langsung partikel asap bagi masyarakat. Menurut Gusti, perlindungan kesehatan warga perlu berjalan beriringan dengan upaya penanganan dan pencegahan karhutla.
“Di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Barat, langkah perlindungan masyarakat menjadi semakin penting. Selain penanganan titik api dan pencegahan meluasnya kebakaran, perlindungan kesehatan warga juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kabut asap,” pungkasnya.
(Adi)
- Penulis: Adi
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar