Breaking News
Trending Tags

Agus Kuncoro Merasa Malu pada Diri Sendiri Usai Bertemu Anak-Anak Film Istimewa

  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportertaseNews – Aktor senior Agus Kuncoro mendapatkan pengalaman yang jauh lebih dalam dari sekadar menjalankan peran saat terlibat dalam film Istimewa. Interaksinya dengan anak-anak yang menjadi bagian dari film tersebut membuat Agus melakukan introspeksi terhadap cara dirinya menjalani kehidupan.

Film Istimewa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Namun, sebelum film tersebut hadir di layar lebar, proses produksinya sudah memberikan pengalaman emosional bagi para pemain.

Agus Kuncoro mengaku merasa malu setelah melihat bagaimana anak-anak tersebut menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Menurut Agus, dirinya yang secara fisik merasa memiliki kondisi sempurna justru masih sering mengeluhkan berbagai persoalan dalam kehidupan.

Sementara itu, anak-anak yang menghadapi keterbatasan tetap mampu menunjukkan senyum dan rasa syukur dalam keseharian mereka.

“Ini menyembuhkan saya dalam memandang hidup. Di mana di tubuh yang merasa sempurna ini tapi masih banyak keluhan. Sedangkan aktor-aktor ini dengan keterbatasannya masih tetap tersenyum dan bersyukur,” ungkap Agus Kuncoro di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Agus Kuncoro Mendapat Perspektif Baru

Pengalaman selama produksi Istimewa membuat Agus Kuncoro melihat kehidupan dari perspektif berbeda.

Ia tidak hanya menjalankan tanggung jawab sebagai aktor, tetapi juga belajar mengenai ketulusan, rasa syukur, serta cara menghadapi berbagai keadaan tanpa terus-menerus mengeluh.

Bagi Agus, pertemuan dengan anak-anak tersebut justru menjadi pengalaman personal yang membekas.

Kehadiran mereka membuat Agus menyadari bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang seseorang untuk menikmati kehidupan dan memberikan energi positif kepada orang lain.

Ruben Adrian Pilih Pendekatan Hati

Pengalaman emosional juga dirasakan sutradara Ruben Adrian selama menggarap film Istimewa.

Ruben mengatakan dirinya tidak ingin terlalu terpaku pada formula teknis dalam mengarahkan para pemain. Ia justru memilih pendekatan personal agar seluruh pemain dapat membangun kedekatan secara alami.

Ruben berusaha menciptakan suasana seperti sebuah keluarga selama proses produksi berlangsung.

“Saya saat jadi sutradara sudah tidak pakai teknis. Formula segala macam, tapi saya pakai hati. Semua yang kalian lihat itu adalah adik-adik saya yang membanggakan,” ujar Ruben Adrian.

Menurut Ruben, hubungan yang terbangun selama proses produksi turut memberikan warna terhadap film Istimewa.

Ia merasakan adanya ketulusan dari para pemain yang kemudian mengalir ke dalam cerita.

“Ketika saya jadi sutradara dan ada di film ini, saya rasakan energi ketulusan dari semua pemain dan itu membentuk film Istimewa. Buat saya belajar saling mengasihi dan menguatkan. Mudah-mudahan itu sampai ke penonton,” lanjutnya.

Mathias Muchus Soroti Hubungan Tanpa Sekat

Aktor senior Mathias Muchus juga merasakan hal serupa. Ia menilai interaksi dalam film Istimewa dibangun berdasarkan hubungan antarmanusia yang sederhana dan tulus.

Menurutnya, film tersebut berusaha menghadirkan kasih sayang tanpa menjadikan kondisi anak-anak sebagai objek eksploitasi.

“Di situ kita memunculkan cinta, interaksi sesama manusia dan sangat manusiawi. Jadi tidak ada embel-embel menjual sesuatu. Hubungan antara hati ke hati,” kata Mathias Muchus.

Ia menilai hubungan yang terbangun di antara para pemain menjadi salah satu kekuatan dalam film tersebut.

Produser Targetkan Rumah Istimewa di Berbagai Daerah

Sementara itu, produser Abdullah Mansuri membawa visi yang lebih luas melalui film Istimewa.

Ia ingin film tersebut ikut membuka kesempatan bagi anak-anak yang selama ini masih kerap dipandang sebelah mata.

Abdullah juga memilih menggunakan istilah “anak-anak istimewa” untuk menggambarkan para pemain yang terlibat dalam film tersebut.

“Kalau ditanya bangga, sejak saya umumkan, saya dengan lantang menyatakan mereka bukan disabilitas tapi istimewa. Anak-anak saya yang jumlahnya ribuan, sangat mampu menunjukkan kemampuan mereka. Saya sangat bangga,” ujar Abdullah.

Tak berhenti pada film, Abdullah bahkan menyiapkan rencana untuk membangun Rumah Istimewa di berbagai daerah di Indonesia.

Rencana tersebut akan ia jalankan apabila Istimewa berhasil mencapai satu juta penonton.

“Kalau Tuhan mengizinkan ini menembus satu juta, saya ingin bikin Rumah Istimewa di seluruh daerah di Indonesia,” ungkapnya.

  • Penulis: Ferdy Ferdy

Reportase Pilihan

  • Mobil Terios terbakar di Tol Dalam Kota arah Cawang, Selasa malam. Diduga akibat korsleting listrik, kejadian ini memicu kemacetan panjang hingga 45 menit. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Mobil Terios Terbakar di Depan Polda Metro Jaya, Arus Lalu Lintas Sempat Dihentikan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Sebuah mobil Terios berwarna putih terbakar di ruas Tol Dalam Kota, tepatnya di depan Polda Metro Jaya arah Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa malam. Insiden tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan berdampak pada kemacetan panjang dari arah Palmerah menuju Cawang. ‎Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.20 WIB di kilometer 8, kawasan Semanggi, Kebayoran […]

  • Polda Jambi Bongkar Sindikat Suntik Elpiji Subsidi di Tengah Kebun Sawit

    Polda Jambi Bongkar Sindikat Suntik Elpiji Subsidi di Tengah Kebun Sawit

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jambi, ReportaseNews – Polda Jambi membongkar praktik ilegal pengoplosan gas elpiji subsidi yang disuntikkan ke tabung non-subsidi untuk dijual dengan harga komersil di kawasan Kabupaten Muaro Jambi. Penindakan ini dilakukan setelah polisi mengendus adanya manipulasi isi tabung gas yang merugikan masyarakat serta negara demi meraup keuntungan pribadi secara sistematis. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda […]

  • Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Tewas di Manado, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

    Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Tewas di Manado, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Bitung, ReportaseNews – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung dan sekitarnya pada Jumat pagi sekitar pukul 06.48 WITA. Guncangan kuat yang berpusat di laut ini memicu kepanikan warga hingga terasa luas ke Kota Manado. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi di tenggara Bitung pada kedalaman sekitar 62 kilometer. Karakter […]

  • Bripda NS, anggota Polda Kepri, meninggal diduga akibat kekerasan sesama polisi. Kapolda tegaskan proses hukum transparan dan tegas. (Foto: ReportaseNews/Gus)

    Bripda NS Tewas, Dugaan Kekerasan Internal di Polda Kepri Terungkap

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Gus
    • 0Komentar

    Batam, ReportaseNews — Seorang anggota Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, meninggal dunia usai diduga mengalami tindak kekerasan oleh sesama anggota polisi. ‎Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB. ‎Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep […]

  • Polisi menangkap tiga pelaku jambret HP milik WN Jerman di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dua pelaku utama dan satu penadah kini ditahan. (Ist)

    Jambret HP WN Jerman Dibekuk, 3 Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap kasus penjambretan telepon genggam milik seorang warga negara Jerman di kawasan Sawah Besar. Tiga orang pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut telah diamankan, terdiri dari dua eksekutor dan satu penadah. ‎Aksi kejahatan itu terjadi di Jalan Pasar Baru, Sawah Besar, pada Minggu (19/4/2026) sore. Saat […]

  • Orang-orang berduka pada hari pemakaman massal para korban serangan terhadap sebuah sekolah di Minab, Iran, di tengah perang AS-Israel di negara itu, 3 Maret 2026. (Foto: ISNA/West Asia News Agency via Reuters/Amirhossein Khorgooei)

    Sekolah Dasar di Teheran Jadi Sasaran Serangan AS-Israel

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Teheran, ReportaseNews – Sebuah sekolah dasar di kawasan Niloufar Square, Teheran, Iran, dilaporkan terkena serangan dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Informasi tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. ‎Pada Jumat (waktu setempat), Baghaei mengunggah sebuah video di platform X yang memperlihatkan kondisi Sekolah Shahid Hamedani sebelum dan sesudah serangan. Namun, […]

expand_less