Israel-AS Serang Iran, Menhan Dilaporkan Tewas
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Iran’s IRGC commander Mohammad Pakpour. (AFP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran ke wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.
Dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, operasi militer Israel menyebutkan Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, tewas dalam serangan tersebut. Selain itu, Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammed Pakpour, juga dilaporkan meninggal dunia.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait kabar tewasnya dua pejabat tinggi tersebut. Otoritas Israel juga belum menyampaikan pernyataan lanjutan mengenai laporan tersebut.
Serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi waktu Iran itu diklaim bertujuan menghilangkan ancaman yang disebut berasal dari rezim Teheran. Pernyataan terpisah disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui video.
Keduanya mengisyaratkan dukungan terhadap perubahan pemerintahan di Teheran, meski tidak merinci langkah lanjutan pascaserangan.
Pemerintah Iran mengecam keras aksi militer tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Militer Iran menyatakan siap memberikan respons tegas.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resminya menegaskan, “Sekarang rakyat Iran bangga karena telah melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah perang. Sekarang saatnya untuk membela tanah air dan menghadapi agresi militer musuh.”
Pernyataan itu berlanjut, “Sebagaimana kami siap untuk bernegosiasi, kami lebih siap dari sebelumnya untuk membela diri. Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas.”
Tak lama setelah serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Rentetan ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi instalasi militer AS, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.
Laporan AFP menyebutkan ledakan juga mengguncang wilayah Arab Saudi hingga Sabtu malam waktu setempat.
Situasi keamanan di kawasan kini berada dalam status siaga tinggi, dengan potensi eskalasi konflik yang lebih luas apabila kedua pihak terus melancarkan serangan balasan. (RN-07)
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar