Israel Hancurkan Kamera UNIFIL, Ketegangan Lebanon Memanas
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

Israel menghancurkan kamera keamanan markas UNIFIL di Lebanon selatan. Tiga penjaga perdamaian PBB terluka, situasi keamanan semakin memanas. (Foto: AP Photo)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera keamanan yang mengarah ke markas pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di wilayah Naqoura, Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi sejak Jumat dan memicu kekhawatiran serius dari pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan kamera-kamera tersebut sebelumnya digunakan untuk memastikan keselamatan personel militer dan sipil yang berada di dalam kompleks markas.
“Tentara Israel telah menghancurkan seluruh kamera sejak Jumat yang berfungsi menjamin keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian militer maupun sipil yang tinggal di dalam markas UNIFIL di Naqoura,” kata Ardiel, seperti dikutip Anadolu, Minggu (5/4/2026).
UNIFIL Layangkan Protes Resmi
UNIFIL menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan tersebut dan memutuskan untuk mengajukan protes resmi. Ardiel juga mengingatkan kewajiban Israel terhadap keamanan personel PBB.

Pasukan perdamaian PBB di Lebanon. (Foto: United Nations)
“Kami mengingatkan tentara Israel atas kewajibannya untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB serta menghormati tidak dapat diganggunya fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Ardiel.
Dalam pernyataan terpisah, Ardiel mengonfirmasi adanya ledakan di posisi PBB di Lebanon selatan pada Jumat yang mengakibatkan tiga penjaga perdamaian terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius.
“Tiga penjaga perdamaian PBB terluka, dua di antaranya serius, dalam ledakan pada Jumat di posisi PBB di Lebanon selatan,” ujarnya.
UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak 1978 dan diperluas melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 setelah perang 2006 antara Israel dan Hezbollah.
Sejak serangan lintas perbatasan oleh Hezbollah pada 2 Maret, Israel kembali melancarkan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan, meski gencatan senjata mulai berlaku pada November 2024.
Pihak berwenang Lebanon menyebutkan sedikitnya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak periode tersebut. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar