Musik Thek-Thek Hibur Pemudik Yang Terjebak Macet Ajibarang
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Aksi pemuda memainkan musik thek-thek di Ajibarang menghibur pemudik yang terjebak macet saat arus balik Lebaran, menghadirkan suasana hangat di tengah kepadatan jalan. (Foto: RN/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Kemacetan panjang yang mewarnai arus balik Lebaran di Ajibarang justru menghadirkan pemandangan tak biasa. Sejumlah pemuda memainkan musik thek-thek di tepi jalan untuk menghibur para pemudik yang terjebak antrean kendaraan.
Kelompok yang menamakan diri Kentong Kampung Baru, Ajibarang Kulon, itu tampil sederhana. Mereka membawa kentongan dan memainkan irama khas yang terdengar berulang, namun cukup menarik perhatian pengguna jalan. Di tengah kepadatan lalu lintas, alunan musik tersebut mampu mengurangi kejenuhan perjalanan.
Seorang anggota kelompok bahkan mengenakan kostum badut sambil menyapa pemudik. Ia berjalan di antara kendaraan yang berhenti, melambaikan tangan, serta membawa kotak kecil untuk menerima sumbangan sukarela dari masyarakat.
“Kami hanya ingin menghibur pemudik yang lelah di jalan,” ujar salah satu anggota kelompok kepada ReportaseNews, Senin (23/3/2026).
Aksi tersebut mendapat respons positif. Sejumlah pengendara terlihat tersenyum, bahkan ada yang merekam pertunjukan singkat tersebut menggunakan ponsel. Kehadiran musik tradisional itu menjadi hiburan spontan di tengah situasi lalu lintas yang padat.
Kelompok pemuda tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata mencari keuntungan. Mereka mengaku lebih mengutamakan kebersamaan dan semangat berbagi pada momentum arus balik Lebaran.
“Kami senang kalau pemudik bisa tersenyum lagi,” kata anggota lainnya.
Meski berlangsung sederhana, pertunjukan musik thek-thek di tepi jalan itu menghadirkan suasana hangat. Di tengah kemacetan arus balik, aksi spontan para pemuda Ajibarang menjadi hiburan yang memberi warna berbeda bagi perjalanan para pemudik. (Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Ullifna Tamama



Saat ini belum ada komentar