Mutilasi Bekasi Terkuak, Potongan Tubuh Ditemukan di Bogor
- calendar_month 57 menit yang lalu
- print Cetak

Dengan menggunakan anjing pelacak, polisi menemukan potongan tubuh korban mutilasi di Bogor dan menangkap dua pelaku di Majalengka. Penyelidikan masih mendalami motif dan peran masing-masing tersangka. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Pengungkapan kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi yang berawal dari Serang Baru, Kabupaten Bekasi, terus berkembang. Polisi menemukan sejumlah potongan tubuh korban yang disimpan dalam tas dan diduga sempat dimasukkan ke dalam freezer sebelum dibuang di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Tim kepolisian mengerahkan unit anjing pelacak atau K-9 untuk menelusuri lokasi pembuangan. Penyisiran dilakukan pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB setelah penyidik menerima permintaan bantuan dari Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, pencarian mengarah ke kawasan kebun bambu di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.
“Ditemukan di kebun bambu di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu, Bogor. Di lokasi itu ditemukan tas yang berisikan potongan tubuh berupa tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, serta satu paha atas. Selain itu, satu paha atas lainnya ditemukan di daerah Kecamatan Tanjungsari. Kedua lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Budi, Senin (30/3/2026).
Selain menemukan bagian tubuh korban, polisi juga bergerak cepat menangkap terduga pelaku. Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan dua orang berinisial DS alias A dan S pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.
Menurut Budi, penyidik kini masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut.
“Benar, Subdit Jatanras telah mengamankan dua orang pelaku dalam perkara ini. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pihak,” ujarnya.
Polisi menegaskan penanganan kasus dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation. Seluruh fakta, termasuk hasil forensik dan alat bukti lain, akan diungkap secara bertahap seiring perkembangan penyidikan. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar