Permintaan Lumut Umpan Memancing Melonjak Saat Musim Lebaran
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews – Di saat banyak warga membudidayakan jamur, ikan, hingga ayam, warga di Banyumas justru meraup keuntungan dari budidaya lumut. Uniknya, saat musim Lebaran, permintaan lumut untuk umpan memancing melonjak hingga tiga hingga empat kali lipat.
Musim mudik dan libur Lebaran membawa berkah tersendiri bagi Narsun, warga Desa Ajibarang Kulon, Banyumas. Jika biasanya lumut hanya menjadi usaha sampingan, kini justru menjadi sumber penghasilan utama karena tingginya permintaan.
Lumut yang dibudidayakan Narsun banyak diburu para pemancing, terutama saat libur panjang. Kehadiran para pemudik yang ikut memancing di kolam maupun waduk membuat permintaan lumut meningkat drastis.
“Alhamdulillah, saat musim mudik dan Lebaran permintaan lumut meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat. Dari biasanya sekitar 50 kilogram, sekarang bisa sampai 150–200 kilogram per hari. Lumut saya lebih halus, panjang, dan lengket, jadi disukai pemancing dan dikenal sebagai lumut gacor,” ujar Narsun.
Menurut Narsun, lumut hasil budidayanya memiliki keunggulan dibanding lumut biasa. Teksturnya lebih halus, panjang, dan lengket, sehingga lebih disukai para pemancing karena tidak mudah lepas saat digunakan di dalam air. Di kalangan pemancing, lumut Kulon ini bahkan dikenal dengan sebutan “lumut gacor” karena dinilai lebih efektif menarik ikan.
Tingginya permintaan ini pun dimanfaatkan warga untuk meningkatkan produksi, sehingga mampu meraup keuntungan jutaan rupiah selama musim Lebaran. Dengan peluang pasar yang terus meningkat, budidaya lumut kini menjadi alternatif usaha menjanjikan bagi warga Banyumas di tengah momentum libur panjang. (Kus/RN-04)
- Penulis: Didik



Saat ini belum ada komentar