Petasan Maulid di Pondok Pinang Bikin Warga Terganggu, Polisi Turun Tangan
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Polisi dan pihak Kelurahan Pondok Pinang mengusut penggunaan petasan saat perayaan Maulid Nabi yang berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB dan dikeluhkan warga. (Ilustrasi/Pixabay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polisi bersama pihak Kelurahan Pondok Pinang mengusut penggunaan petasan dan kembang api dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, yang dikeluhkan warga karena berlangsung hingga larut malam.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan pihaknya telah memantau kejadian tersebut dan memanggil pihak-pihak terkait ke kantor kelurahan untuk dimintai keterangan.
“Sudah monitor, ini pihak-pihak sudah dipanggil ke kantor kelurahan,” kata Seala kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Sementara itu, Lurah Pondok Pinang Dina Roslina menjelaskan kegiatan tersebut awalnya merupakan pengajian sekaligus haul keluarga yang digelar oleh salah satu warga. Persoalan muncul ketika pada penghujung kegiatan penyelenggara menyalakan kembang api dan petasan.
Menurut Dina, suara ledakan tersebut kemudian mengganggu ketenteraman dan ketertiban warga di lingkungan sekitar. Warga yang merasa terganggu akhirnya menyampaikan keberatan kepada penyelenggara.
Dina mengatakan penyelenggara memang mengaku telah berkoordinasi dengan pengurus RT/RW serta Babinsa setempat. Namun, koordinasi tersebut belum disampaikan secara resmi kepada pihak kepolisian.
“Informasi dari para pihak penyelenggara bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat dan dengan Babinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Penggunaan petasan tersebut kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Dalam informasi yang beredar, petasan disebut dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB sehingga mengganggu waktu istirahat masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan suara ledakan yang membuat anak-anak terbangun dan menangis. Salah seorang warga juga menyampaikan keberatan karena suara petasan disebut berdampak terhadap anaknya yang berkebutuhan khusus.
Situasi semakin memanas setelah seorang ibu mendatangi dan memprotes pihak penyelenggara. Keluhan warga tersebut kini ditindaklanjuti polisi dan pihak kelurahan dengan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar